Soal Investasi di GoTo, Dirut Telkom Buka Suara
Rabu, 25 Mei 2022 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Senior Vice President, Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza mengatakan, pergerakan harga saham GOTO maupun saham lainnya yang diperdagangkan di bursa selalu bergerak dinamis. Bisa turun, dan bisa juga melonjak cukup tinggi, sesuai dengan kondisi pasar baik itu global maupun regional.
"Dinamika harga saham merupakan suatu yang lazim terjadi. Seperti misalnya tahun lalu, kami mencatatkan unrealized gain atas investasi GOTO sebesar Rp2,5 triliun. Namun kini bisa terjadi unrealized loss," ujar Reza.
Pandangan Reza diamini oleh pengamat pasar modal dan Direktur Avere Investama Teguh Hidayat. Menurut Teguh, kerugian investasi dalam bentuk unrealized loss yang dialami PT Telkom Indonesia Tbk di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Kuartal I 2022 merupakan kondisi yang wajar. Pasalnya, investasi Telkom di GOTO melalui Telkomsel bukan pada kenaikan harga saham GOTO, melainkan pada kolaborasi antara Telkomsel dengan ekosistem GoTo.
“Pada neracanya, TLKM mencatat investasinya di GOTO sebagai penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan, yang ditempatkan di bagian aset tidak lancar. Yang artinya TLKM membeli saham GOTO bukan untuk tujuan dijual kembali, melainkan untuk dimiliki dalam jangka panjang. Karena itulah untung ruginya TLKM di GOTO ini tidak dilihat dari naik turunnya harga saham GOTO itu sendiri di pasar,” dalam ulasannya berjudul Ternyata Telkom Juga Rugi di Saham GOTO? di teguhhidayat.com.
Jika dirunut ke belakang, lanjut Teguh, Telkomsel memiliki saham GOTO senilai USD450 juta atau setara Rp6,4 triliun. Nilai tersebut setara dengan jumlah saham yang dimiliki sebanyak 23,7 miliar lembar atau sama dengan Rp270 per saham. Modal yang digelontorkan TLKM tersebut lebih murah jika dibandingkan dengan nilai saham GOTO saat menjual ke publik (Initial Public Offering/IPO) yang Rp338 per saham.
"Dinamika harga saham merupakan suatu yang lazim terjadi. Seperti misalnya tahun lalu, kami mencatatkan unrealized gain atas investasi GOTO sebesar Rp2,5 triliun. Namun kini bisa terjadi unrealized loss," ujar Reza.
Pandangan Reza diamini oleh pengamat pasar modal dan Direktur Avere Investama Teguh Hidayat. Menurut Teguh, kerugian investasi dalam bentuk unrealized loss yang dialami PT Telkom Indonesia Tbk di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Kuartal I 2022 merupakan kondisi yang wajar. Pasalnya, investasi Telkom di GOTO melalui Telkomsel bukan pada kenaikan harga saham GOTO, melainkan pada kolaborasi antara Telkomsel dengan ekosistem GoTo.
“Pada neracanya, TLKM mencatat investasinya di GOTO sebagai penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan, yang ditempatkan di bagian aset tidak lancar. Yang artinya TLKM membeli saham GOTO bukan untuk tujuan dijual kembali, melainkan untuk dimiliki dalam jangka panjang. Karena itulah untung ruginya TLKM di GOTO ini tidak dilihat dari naik turunnya harga saham GOTO itu sendiri di pasar,” dalam ulasannya berjudul Ternyata Telkom Juga Rugi di Saham GOTO? di teguhhidayat.com.
Jika dirunut ke belakang, lanjut Teguh, Telkomsel memiliki saham GOTO senilai USD450 juta atau setara Rp6,4 triliun. Nilai tersebut setara dengan jumlah saham yang dimiliki sebanyak 23,7 miliar lembar atau sama dengan Rp270 per saham. Modal yang digelontorkan TLKM tersebut lebih murah jika dibandingkan dengan nilai saham GOTO saat menjual ke publik (Initial Public Offering/IPO) yang Rp338 per saham.
Lihat Juga :