alexametrics

Kembangkan UKM, CITI Indonesia siapkan USD690 ribu

loading...
Kembangkan UKM, CITI Indonesia siapkan USD690 ribu
Ilustrasi/Ist
A+ A-
Sindonews.com - Citi Indonesia melalui Citi Peka, program corporate social reponsibility (CSR), menargetkan akan menyalurkan USD690 ribu untuk melaksanakan program kemasyarakatan bersama tujuh lembaga swadaya masyarakat (LSM) pada tahun ini. Setidaknya sejak 2004-2009 perseroan telah menyalurkan USD6 juta untuk CSR-nya di Indonesia.

Director Country Corporate Affairs Head Citi Indonesia, Agung Laksamana mengatakan, kerja sama CSR ini merupakan inisiatif Citi Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran finansial dan menghidupkan mikro entrepreneurship di masyarakat.

Dalam program micropreneurship perseroan terdapat tiga tujuan utama yaitu sebagai apresiasi untuk entepreneur, menjadikan bisnis model tersebut sebagai contoh, dan meningkatkan level bisnis UKM tersebut.



"Kami menjalin kerjasama dengan UKM Center FEUI dan mitra lokal di Surabaya untuk memberikan pelatihan bagi pelaku bisnis UKM di Jawa Timur," ujar Agung saat membuka workshop Citi Microentrepreneurship Award 2013 di Surabaya, Senin (9/9/2013).

Sementara LSM yang terpilih memenuhi empat kriteria, yakni pengembangan usaha, kapabilitas keuangan dan kepemilikan aset, pendidikan pemuda dan kesejahteraan serta keuangan mikro.

Ketujuh LSM tersebut yakni Yayasan Mitra Mandiri Indonesia, Yayasan Ladang Media, Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita, Plan International, Habitat for Humanity of Indonesia, dan UKM Center FEUI.

Kepala UKM Center FEUI Sisdjiatmo K. Widhaningrat mengatakan, keberadaan bisnis UKM sangat vital saat ini bagi perekonomian negara. Hal ini disebabkan bisnis UKM sangat strategis dan berdampak sangat luas apabila terjadi gangguan.

Misalnya dalam usaha tempe yang terganggu langkanya bahan baku kedelai. Kondisi tersebut langsung berdampak luas dan meresahkan masyarakat. "Saat ini perekonomian kita sangat bergantung pada bisnis UKM. Kalau beberapa perusahaan besar bangkrut dampaknya masih kalah dari terganggunya bisnis UKM. Karena perannya yang sangat strategis di masyarakat," ujar Sisdjiatmo dalam kesempatan yang sama.

Dia juga mencontohkan mitra lokalnya di Surabaya yaitu Koperasi Setia Bhakti Wanita (SBW) disebutnya sebagai contoh koperasi yang harus ditiru. Koperasi yang berdiri sejak 1978 tersebut saat ini memiliki anggota 1.200 orang mampu menjaga loyalitas anggotanya dengan pendekatan yang tepat sasaran.

"Seharusnya semua koperasi bisa berkembang seperti koperasi SBW. Bisnis modelnya harus dicontoh karena sangat mendukung pebisnis UKM," ujarnya.

Sementara itu Ketua Koperasi SBW, Darmiati Sudjono Sadjim mengatakan, program pembinaan dari UKM Center UI sangat dibutuhkan anggotanya. Dia mengakui saat ini omzet usaha koperasinya mampu mencapai Rp24 miliar per bulannya. Walaupun tidak ada kendala dalam memberikan pinjaman namun mereka tidak mempunyai tenaga ahli memberikan pelatihan bisnis UKM bagi anggotanya.

"Para peserta pelatihan berdatangan dari banyak kota di Jawa Timur. Ini merupakan bukti pelatihan ini sangat membantu pebisnis UKM disini. Pelatihan berkelanjutan semacam ini baru yang petama kami dapatkan," ujar Darmiati.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak