Imbas Kenaikan Harga Komoditas, IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat
Selasa, 31 Mei 2022 - 08:19 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi melanjutkan tren penguatan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi melanjutkan tren penguatan didorong naiknya harga komoditas. Sepanjang perdagangan, IHSG diprediksi akan bergerak di rentang 6.984-7.122.
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, IHSG bakal menguat karena naiknya harga komoditas energi dan metal mining. Kenaikan tersebut berpeluang mendorong naik saham-saham perusahaan yang bergerak di komoditas tersebut.
Baca Juga: CSIS Belejeti Biang Kerok Naiknya Harga Komoditas
"Kombinasi naiknya harga komoditas, turunnya yield obligasi tenor 10 tahun dan penguatan Rupiah terhadap US Dollar berpeluang menjadi katalis pendorong IHSG untuk menguat kembali dalam perdagangan Selasa ini," ujar Edwin dalam risetnya, Selasa (31/5/2022).
Menurut Edwin, di tengah tutupnya Bursa Amerika memperingati libur The Memorial Day, harga komoditas terutama energi semakin membara. Hal itu ditandai dengan kembali naiknya harga WTI Crude Oil sebesar 1,82% ke level USD117,17 per barel dan harga batu bara yang juga naik cukup tajam sebesar 8,23% ke level USD401.
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, IHSG bakal menguat karena naiknya harga komoditas energi dan metal mining. Kenaikan tersebut berpeluang mendorong naik saham-saham perusahaan yang bergerak di komoditas tersebut.
Baca Juga: CSIS Belejeti Biang Kerok Naiknya Harga Komoditas
"Kombinasi naiknya harga komoditas, turunnya yield obligasi tenor 10 tahun dan penguatan Rupiah terhadap US Dollar berpeluang menjadi katalis pendorong IHSG untuk menguat kembali dalam perdagangan Selasa ini," ujar Edwin dalam risetnya, Selasa (31/5/2022).
Menurut Edwin, di tengah tutupnya Bursa Amerika memperingati libur The Memorial Day, harga komoditas terutama energi semakin membara. Hal itu ditandai dengan kembali naiknya harga WTI Crude Oil sebesar 1,82% ke level USD117,17 per barel dan harga batu bara yang juga naik cukup tajam sebesar 8,23% ke level USD401.
Lihat Juga :