alexametrics

Esemka akan produksi mobil murah

loading...
Esemka akan produksi mobil murah
ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - Seolah tidak mau ketinggalan, munculnya mobil murah dari produsen asing di Indonesia tidak membuat produsen mobil Esemka gentar. Bahkan, mobil murah juga akan dibuat oleh pembuat mobil Esemka yang dipersembahkan sepesial untuk warga Indonesia.

PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku produsen mobil buatan siswa-siswa SMK ini telah menyiapkan produk mobil baru dengan harga relatif murah. Saat ini sudah siapkan prototipenya untuk mobil-mobil murah, di bawah 1000 CC dan harganya diperkirakan di bawah Rp100 juta.

Pernyataan ini disampaikan Humas PT SMK, Sabar Budi saat ditemui di SMK Pancasila Solo yang kini sudah menjadi salah satu bengkel resmi mobil Esemka dari 80 bengkel yang tersebar di Tanah Air.



"Diperkirakan satu atau dua tahun mendatang, mobil murah ini sudah bisa dipasarkan di masyarakat," ujarnya, Rabu (18/9/2013).

Menanggapi persaingan dengan mobil murah, sabar menegaskan tidak akan terpengaruh. PT SMK tetap memproduksi mobil Esemka yang selama ini sudah dipesan.

"Karena segmen mobil murah dan mobil Esemka kan berbeda. Pasar Esemka kebanyakan di luar kota dan luar Jawa. Sementara mobil murah pasarnya lebih ke arah perkotaan," jelasnya.

Sementara terkait dengan konsumen Esemka, pihaknya tidak mengkhawatirkan akan berpindah ke produk mobil murah. Menurutnya, pemesan mobil Esemka mempunyai kebanggaan tersendiri memakai produk dalam negeri yang aman dan nyaman.

Dia mengungkapkan, sebanyak 700 pemesan hingga saat ini tidak ada satupun yang membatalkan. Kini mobil Esemka terus diproduksi dan dibarengi dengan menyiapkan bengkel resmi dan spare part-nya.

Pada akhir tahun ini, PT SMK akan memproduksi Esemka Bima dengan harga Rp77 juta dengan kapasitas mesinnya 1.100 CC yang diperuntukkan bagi kepentingan niaga.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak