alexametrics

REI Sulsel gelar Rakerda bahas backlog hunian

loading...
REI Sulsel gelar Rakerda bahas backlog hunian
ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Hotel Grand Clarion Makassar hari ini.

Rakerda REI Sulsel ini mengangkat tema tentang peran serta REI dan mitra kerja dalam mengatasi backlog perumahan di Sulsel. Ketua Panitia Rakerda REI Sulsel, Andi Rahmat Manggabarani berharap dapat menemukan jalan keluar backlog yang belum teratasi hingga saat ini.

Sebanyak 285 pengembang dan seluruh pengurus REI akan mengikuti serangkaian acara seminar rapat pleno membahas permasalahan perumahan dan akan menghadirkan motivation speaker dari Agung Podomoro.



Sementara, Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandy mengatakan, Rakerda merupakan amanat yang tertuang dalam AD/ART untuk melakukan evaluasi program kerja tiap tahunnya.

"Apa saja yang dilakukan, dan akan ditingkatkan di sini, sehingga semua roda organinasi bisa berjalan dengan baik. Selain itu, komitmen kami dengan stakeholder untuk memberikan pelayanan yang terbaik," ungkap dia.

Makassar, kata dia, menjadi incaran perumahan nasional di kawasan timur Indonesia karena pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Permintaan perumahan di Makassar memang sangat tinggi. Sejauh ini pihaknya menyiapkan program kerja, sehingga kebutuhan perumahan dapat berjalan dengan baik.

Raymond menyebutkan ada beberapa perbankan yang juga menjadi pendukung, yakni BNI, Mandiri Syariah, dan BTN. Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso, mengapresiasi topik yang diangkat terkait backlog yang bisa berarti negatif atau positif.

"Sulsel salah satu sentra produksi rumah KTI. Tahun ini DPP akan membicarakan tentang perumahan rakyat. Sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah," tandas dia.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak