UMKM Mapan Baru 3 Persen, Teten Masduki: Perlu Evolusi
Minggu, 03 Juli 2022 - 22:17 WIB
loading...
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut, baru sekitar 3,18% pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi pengusaha mapan. Foto/Dok
A
A
A
BANDUNG - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut, baru sekitar 3,18% pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi pengusaha mapan. Kendati begitu, UMKM telah memberi kontribusi 99% bagi perekonomian Indonesia.
"99 persen ekonomi Indonesia didominasi UMKM . Tapi mayoritas masih kurang produktif. Karena dari total UMKM yang ada, baru 3,18 persen yang tergolong wirausaha mapan," kata Teten pada acara Halal Bihalal Ikatan Alumni (IKA) Unpad di Aula Graha Sanusi Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Minggu (3/7/2022).
Baca Juga: Lindungi Pelaku UMKM Melalui Penyederhanaan Perizinan
Oleh karenanya, kata dia, pihaknya terus menggenjot produktivitas UMKM. Sehingga perlu ada pendekatan evolusi kewirausahaan berbasis pengetahuan, kreativitas, dan teknologi. UMKM jangan lagi hanya mengandalkan usaha tradisional.
"Global value chain UMKM kita baru 4 persen. Kita lihat produk penjualan digital (marketplace) masih dominasi impor. Kami ingin UMKM kita kompetitif lokal dan internasional. Bagaimana mereka bisa menjadi pengusaha tangguh," jelas Teten.
"99 persen ekonomi Indonesia didominasi UMKM . Tapi mayoritas masih kurang produktif. Karena dari total UMKM yang ada, baru 3,18 persen yang tergolong wirausaha mapan," kata Teten pada acara Halal Bihalal Ikatan Alumni (IKA) Unpad di Aula Graha Sanusi Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Minggu (3/7/2022).
Baca Juga: Lindungi Pelaku UMKM Melalui Penyederhanaan Perizinan
Oleh karenanya, kata dia, pihaknya terus menggenjot produktivitas UMKM. Sehingga perlu ada pendekatan evolusi kewirausahaan berbasis pengetahuan, kreativitas, dan teknologi. UMKM jangan lagi hanya mengandalkan usaha tradisional.
"Global value chain UMKM kita baru 4 persen. Kita lihat produk penjualan digital (marketplace) masih dominasi impor. Kami ingin UMKM kita kompetitif lokal dan internasional. Bagaimana mereka bisa menjadi pengusaha tangguh," jelas Teten.
Lihat Juga :