Mudahkan Petani, Digitalisasi Penebusan Pupuk Subsidi Mulai Uji Coba
Senin, 18 Juli 2022 - 15:45 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mulai melakukan uji coba digitalisasi penebusan pupuk bersubsidi di Bali. Program digitalisasi tersebut merupakan inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pertanian.
Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdalifah Mahmud menyambut baik soft launching implementasi aplikasi Rekan untuk penebusan pupuk bersubsidi di Provinsi Bali. Digitalisasi penebusan pupuk bersubsidi ini akan diterapkan di beberapa kios pupuk lengkap (KPL) sekaligus sebagai pilot project.
"Hari ini, kita bersama-sama menghadiri soft launching implementasi aplikasi Rekan di daerah pilot project pertama di Bali. Semoga ini bisa menjadi langkah awal kolaborasi dan sinergi antar Kementerian dan Lembaga dalam proses transformasi tata kelola subsidi pupuk," ungkap Musdhalifah, Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Digitalisasi Tenaga Pendidik, Ratusan Guru PPPK Ikuti Bimtek Pengisian E-TPP
Dia menyebut digitalisasi penebusan pupuk bersubsidi sebagai upaya memberikan kemudahan kepada petani dalam menebus pupuk subsidi di kios. Hal itu sebagai upaya memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi melalui digitalisasi dalam pendistribusian dan penebusan pupuk bersubsidi hingga penyusunan data penerima subsidi pupuk agar lebih tepat sasaran.
Selain pupuk bersubsidi, digitalisasi tersebut juga dapat mempermudah dan mempercepat kios dalam memproses penjualan pupuk, baik retail, komersil. Musdalifah berharap, penebusan pupuk bersubsidi secara digital ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem pendataan petani yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian.
Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdalifah Mahmud menyambut baik soft launching implementasi aplikasi Rekan untuk penebusan pupuk bersubsidi di Provinsi Bali. Digitalisasi penebusan pupuk bersubsidi ini akan diterapkan di beberapa kios pupuk lengkap (KPL) sekaligus sebagai pilot project.
"Hari ini, kita bersama-sama menghadiri soft launching implementasi aplikasi Rekan di daerah pilot project pertama di Bali. Semoga ini bisa menjadi langkah awal kolaborasi dan sinergi antar Kementerian dan Lembaga dalam proses transformasi tata kelola subsidi pupuk," ungkap Musdhalifah, Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Digitalisasi Tenaga Pendidik, Ratusan Guru PPPK Ikuti Bimtek Pengisian E-TPP
Dia menyebut digitalisasi penebusan pupuk bersubsidi sebagai upaya memberikan kemudahan kepada petani dalam menebus pupuk subsidi di kios. Hal itu sebagai upaya memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi melalui digitalisasi dalam pendistribusian dan penebusan pupuk bersubsidi hingga penyusunan data penerima subsidi pupuk agar lebih tepat sasaran.
Selain pupuk bersubsidi, digitalisasi tersebut juga dapat mempermudah dan mempercepat kios dalam memproses penjualan pupuk, baik retail, komersil. Musdalifah berharap, penebusan pupuk bersubsidi secara digital ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem pendataan petani yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian.
Lihat Juga :