alexametrics

Ini alasan pemerintah bangun Shinkansen Jakarta-Bandung

loading...
Ini alasan pemerintah bangun Shinkansen Jakarta-Bandung
ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - Pemerintah mengungkapkan beberapa alasan utama untuk membangun kereta super cepat atau yang biasa disebut dengan Shinkansen dari Jakarta sampai ke Bandung senilai Rp53 triliun.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur, Luky Eko Wuryanto mengatakan, salah satu alasan dibangunnya Shinkansen antara kedua kota tersebut untuk mengurangi kepadatan Kota Jakarta tanpa mengurangi aktifitas yang ada di Ibukota tersebut.

Karena, kata dia, seperti diketahui waktu tempuh antara Jakarta-Bandung dengan menggunakan kereta super cepat tersebut hanya memakan waktu 37 menit.



"Jadi nantinya akan banyak pengusaha yang tinggal di Bandung dan bisa pulang balik dari Jakarta. Dia punya kenyamanan tidak tinggal di Jakarta," ujar Luky di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Menurutnya, alasan kedua membangun jaringan Shinkansen ini untuk mengurangi beban jalan raya dan mengendalikan pembangunan yang berbasis jalan raya. "Dengan Shinkansen pembangunannya akan terpusat di wilayah stasiun saja," imbuhnya.

Selain itu, penggunaan bahan bakar listrik dalam Shinkansen ini juga akan banyak membantu mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah membebani anggaran negara.

"Selain itu pihak Jepang telah memberitahu kita bahwa income per kapita kita sudah lebih tinggi dari income per kapita mereka ketika memulai proyek ini dulu. Jadi memang saatnya dimulai," terang Luky.

Satu manfaat terakhir dari Shinkansen Jakarta-Bandung yang merupakan bagian besar proyek Shinkansen Jakarta-Surabaya dan diproyeksikan menelan dana Rp250 triliun ini adalah untuk memindahkan lalu lintas pesawat ke luar Pulau Jawa.

"Jadi di Jawa nantinya hanya menggunakan kereta sajalah, pesawat hanya untuk keluar Jawa," pungkas Luky.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak