alexametrics

Wall Street berakhir variatif

loading...
Wall Street berakhir variatif
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Indeks di Wall Street berakhir variatif. Indeks S&P 500 pada penuupan perdagangan Rabu waktu setempat berakhir mendatar setelah berhasil reli di zona positif selama empat sesi perdagangan.

Indeks S&P 500 sempat naik 3,9 persen selama empat sesi terakhir dan menjadi kinerja terbaik empat hari dalam 13 bulan. Posisi tersebut sekitar 1,6 persen di bawah rekor tertinggi penutupan perdagangan 15 Januari 2014 di level 1.848,38.

"Tidak ada koreksi besar di pasar saham sejak valuasi tetap atau mendekati nilai wajar, tapi kami tidak melihat harga saham terlalu mahal karena laba bersih yang terus tumbuh," kata Kepala Investasi First Citizens Bancshares Eric Teal seperti dilansir Reuters, Kamis (13/2/2014).



Kenaikan pasar saham baru-baru ini terjadi setelah penurunan tajam Wall Street lebih dari satu tahun, yang dipicu aksi jual akibat gejolak di pasar negara berkembang. Isu-isu tersebut masih memberi imbas ke pasar. Misalnya Procter & Gamble yang menurunkan prospek laba dan penjualan karena devaluasi mata uang di berbagai pasar negara berkembang.

Saham P&G (PG.N) terkoreksi 1,7 persen menjadi USD77,49. Menurut Teal, saham-saham yang berkorelasi dengan belanja konsumen akan mengalami volatilitas ke depan.

Nasdaq berhasil naik untuk sesi kelima perdagangan didorong oleh kinerja TripAdvisor. Sedangkan Dow mengalami tekanan dari P & G. Saham TripAdvisor Inc (TRIP.O) naik 7,2 persen menjadi USD90,27 setelah berhasil membukukan pendapatan tahunan di atas estimasi.

Indeks Dow Jones ditutup turun 30.83 poin atau 0,19 persen menjadi 15.963,94; indeks S&P 500 turun 0,49 poin atau 0,03 persen menjadi 1.819,26 sedangkan indeks Nasdaq naik 10,24 poin atau 0,24 persen menjadi 4.201,29.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak