alexametrics

Wall Street berakhir tergelincir

loading...
Wall Street berakhir tergelincir
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Saham-saham di Wall Street pada hari Rabu waktu setempat berakhir tergelincir karena ditekan aksi jual setelah The Fed mengindikasikan akan melanjutkan pemangkasan stimulus obligasi.

Risalah pertemuan kebijakan The Fed pada Januari lalu menunjukkan bahwa sejumlah pembuat kebijakan mengingnkan program pemangkasan stimulus obligasi sebesar USD10 miliar per bulan terus dilakukan, kecualai ada kejutan ekonomi signifikan di tahun ini.

Pernyataan tersebut seperti yang diperkirakan pelaku pasar, namun dengan melemahnya sejumlah data ekonomi, mereka berharap Bank Sentral Amerika Serikat (AS) memepertimbangkan kembali program itu demi merangsang pertumbuhan ekonomi.



"Pasar saham dalam kondisi rapuh, sehingga tidak akan memiliki toleransi besar," kata Presiden Platinum Partners Uri Landesman seperti dilansir Reuters, Kamis (20/2/2014).

Data housing starts AS pada Januari mengalami penurunan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir. Indeks harga produsen AS untuk permintaan akhir naik 0,2 persen, sehingga memberikan indikasi luas menekan inflasi.

Data itu menambah laporan ekonomi baru-baru ini, yang dipengaruhi oleh musim dingin ekstrim di AS, seperti indeks keyakinan homebuilder AS yang mengalami terbesar pada Februari. Kondisi cuaca juga disalahkan atas menurunnya data tenaga kerja pada Desember 2013.

Indeks Dow Jones ditutup turun 89,84 poin atau 0,56 persen menjadi 16.040,56; indeks S&P 500 tergelincir 12,01 poin atau 0,65 persen menjadi 1.828,75 dan Nasdaq turun 34,83 ​​poin atau 0,82 persen ke 4.237,954.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak