alexametrics

Bali sulap sampah plastik jadi produk ekspor

loading...
Bali sulap sampah plastik jadi produk ekspor
ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - Upaya pemerintah mewujudkan visi Provinsi Bali yang bersih dan hijau pada 2015 mulai mendekati kenyataan dengan adanya pabrik yang mampu mengolah 15 ton sampah plastik setiap hari.

Pabrik yang dibangun di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan itu mendapat perhatian Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang mendatangi lokasi pabrik serangkaian kunjungan kerja.

Setelah melihat langsung proses produksi pengolahan sampah plastik, didaur ulang diolah menjadi barang berkualitas ekspor, Pastika memberi apresiasi.



Menurutnya, sampah plastik menjadi persoalan serius yang mengancam lingkungan. Masyarakat memproduksi sampah plastik setiap hari dan tidak jarang membuangnya sembarangan dan membuat beban tempat pembuangan akhir (TPA) semakin menumpuk.

Selama ini, sampah plastik sebagai barang tidak berguna sehingga dikumpulkan dibakar lalu dibuang. "Adanya pabrik yang akan mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih bernilai itu akan membuat sampah plastik lebih mahal," katanya di Tabanan, Kamis (20/2/2014).

Sampah plastik bisa menghasilkan uang, sehingga bisa memberi tambahan pendapatan bagi masyarakat. "Mulai sekarang, sampah plastik tidak perlu dibuang lagi atau di bawa ke Jawa. Sebab di Tabanan sekarang ada pabrik yang bisa mengolah sampah apalagi kapasitasnya cukup tinggi," imbuhnya.

Dalam sehari, pabrik tersebut mampu mengolah sampah plastik dengan kapasitas produksi sampai 15 ton. "Bayangkan saja, kalau setipa hari 15 ton sampah bisa dibawa ke sini, saya yakin Bali akan bersih, target mewujudkan Bali clean dan green akan tercapai," kataya.

Pastika mengatakan, masyarakat bisa digerakkan mulai rumah tangga atau lewat organisasi di desa atau banjar, pemuda pemudia untuk bersama-sama mengumpulkan dan menjual sampah plastik.

Jadi, lanjut dia, sampah plastik rumah tangga itu, tidak perlu lagi dibuang ke TPA. Untuk itu, di setiap desa atau banjar bisa ada agen-agen yang mengangkut sampah plastik yang mendatangi rumah-rumah untuk membeli sampah.

Nantinya, sampah plastik yang diolah itu akan menjadi barang bernilai berupa peralatan tempat tatakan barang yang biasanya berbahan kayu.

Tigor bagian raw material PT Enviro Pallets mengatakan, saat ini kemampuan produksi rata-rata perhari dengan dua unit mesin pengolahan sebesar 3-5 ton per hari.

"Nanti kapasitasnya bisa mencapai 15 ton per hari. Sampah plastik itu diolah menjadi tempat tatakan barang," uajrnya.

Produk tatakan atau tempat barang itu, selain dipasarkan untuk dalam negeri juga sebagian untuk memenuhi pasar ekspor.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak