alexametrics

Potensi kredit macet 2013 di Sulsel Rp8,8 T

loading...
Potensi kredit macet 2013 di Sulsel Rp8,8 T
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A+ A-
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) Wilayah I Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menemukan potensi kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus meningkat.

Dari total penyaluran kredit Rp309,224 triliun sepanjang 2013, NPL Gross ditemukan mencapai Rp8,834 triliun dengan rincian triwulan pertama senilai Rp2,045 triliun, triwulan II mencapai Rp2,065 triliun, triwulan III sebesar Rp2,205 triliun, dan triwulan IV tembus Rp2,519 triliun.

Deputi Kepala Perwakilan BI Wilayah I Sulampua Grup Ekonomi dan Keuangan, Causa Iman Karana mengatakan, dari potensi tersebut NPL sektor primer tercatat masih tinggi. Antara lain sektor pertanian dan pertambangan masing-masing tercatat sebesar 10,21 persen dan 11,36 persen.



"Di samping itu, NPL sektor jasa dunia usaha juga masih cukup tinggi. Di triwulan IV mencapai 6,01 persen atau meningkat 5,74 persen dibandingkan triwulan sebelumnya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, meningkatnya NPL baik pada sektor pertambangan maupun sektor dunia usaha diperkirakan karena kondisi perekonomian global yang masih belum pulih. Sehingga memengaruhi permintaan luar negeri.

Selain itu, dampak kebijakan kenaikan BBM bersubsidi, kenaikan elpiji 12 kg dan kenaikan TDL secara bertahap menyebabkan terjadinya penyesuaian ongkos produksi pada berbagai barang dan jasa.

Meski secara angka potensi NPL terus meningkat, namun Causa menegaskan bahwa NPL di Sulsel masih cukup sehat untuk kategori penyaluran kredit. "Secara umum posisi NPL masih dalam ambang sehat yang memiliki batas toleransi hingga 5 persen," ujarnya.

Diketahui, triwulan pertama NPL Gross mencapai 2,84 persen dari penyaluran Rp72,019 triliun. Triwulan II 2,68 persen dari Rp77,083 triliun, triwulan III sebesar 2,77 persen dari Rp79,613 triliun dan triwulan IV sebesar 3,13 persen dari penyaluran Rp80,509 triliun.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak