alexametrics

Data ekonomi China buat Wall Street melemah

loading...
Data ekonomi China buat Wall Street melemah
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup melemah karena tertekan data ekonomi dari China dan melemanya produksi pesawat terbaru Boeing.

Ekspor China anjlok 18,1 persen pada Februari tahun ini, jauh di bawah perkiraan sebelumnya yang naik 6,8 persen. Hal ini menyebabkan neraca perdagangan China menjadi defisit dan menambah kekhawatiran perlambatan di negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

"Ada alasan untuk sedikit lebih berhati-hati di pasar saham karena ada aksi ambil untung. Namun, jumlahnya tidak cukup persuasif untuk membuat saya menjual saham," kata Kepala alokasi aset di ING Investment Management Paul Zemsky seperti dilansir Reuters, Selasa (11/3/2014).



Saham Boeing Co (BA.N) turun 1,3 persen menjadi USD126,89 karena menurunnya produksi jet terbaru. Adapun insiden hilangnya pesawat Malaysia yang dibuat oleh Boeing juga memberi sentimen negatif terhadap penurunan saham Boeing.

Kendati demikian, rencana merger dan akuisisi, yang dilakukan Facebook dan Alexion Pharma membantu menahan kejatuhan lebih besar pada indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Saham Facebook (FB.O) mencapai rekor intraday USD72,15 setelah UBS menaikkan target harga media sosial raksasa tersebut dari USD72 menjadi USD90. Saham Facebook berakhir naik 3,2 persen ke level USD72,03. Sedangkan saham Alexion Pharmaceuticals (ALXN.O) melonjak 7,1 persen menjadi USD180 setelah menaikkan perkiraan laba dan penjualan tahun ini.

Indeks Dow Jones ditutup turun 34,04 poin atau 0,21 persen ke 16.418,68; S&P 500 terkoreksi 0,87 poin atau 0,05 persen ke 1.877,17 dan Nasdaq melemah 1,775 poin atau 0,04 persen ke 4.334,448.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak