alexametrics

Wall Street berakhir variatif

loading...
Wall Street berakhir variatif
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir variatif dipicu sejumlah sentimen dari Ukraina maupun China.

Uni Eropa menyetujui kerangka kerja untuk memberikan sanksi pertama kepada Rusia sejak Perang Dingin lantaran meresepon krisis yang terjadi di Ukraina.

Sementara harga tembaga di London jatuh pada level terendah sejak Juli 2010 di tengah kekhawatiran kredit di China. Harga tembaga anjlok 7,7 persen selama empat sesi perdagangan, sedangkan harga emas di pasar spot melesat ke level tertinggi enam bulan karena sebagai aset safe haven.



"Situasi di Ukraina dan ekonomi China yang melambat akan menjadi masalah, tetapi itu tidak lagi penting. Harga komoditas logam jatuh terkait permintaan. Namun ada dana ritel yang masuk mendukung pasar saham," kata analis Fort Pitt Capital Group Kim Forrest seperti dilansir Reuters, Kamis (13/3/2014).

Perkembangan geopolitik pekan ini di tengah kurangnya sentimen positif dari data kinerja perusahaan besar dan data ekonomi sebagai penggerak pasar.

Saham Herbalife (HLF.N) turun 7,4 persen menjadi USD60,57 dan saham Fannie Mae (FNMA.OB) anjlok 12,2 persen menjadi USD3,54 serta Freddie Mac (FMCC.OB) turun tajam 16,8 persen menjadi USD3,36.

Indeks Dow Jones ditutup turun 11,17 poin atau 0,07 persen ke 16.340,08. Sedangkan S&P 500 naik 0,57 poin atau 0,03 persen ke 1.868,2 dan Nasdaq menguat 16,144 poin atau 0,37 persen menjadi 4.323,332.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak