Pergerakan Indeks Pada Bulan Agustus Diproyeksikan Menguat Terbatas
Kamis, 04 Agustus 2022 - 11:46 WIB
loading...
Dari dalam negeri, investor saat ini tengah menunggu pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022. Sebagaimana diketahui, International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3% pada 2022. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada bulan Agustus diproyeksikan menguat terbatas dengan level resistance indeks berada di 7.070/7.200 dan level support berada di 6.793/6.650. Investor dapat mencermati saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Baca Juga: Miliarder Ini Ramalkan Inflasi Tinggi Bertahan Lama dan Bitcoin Jadi Tak Berharga
Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas , Andri Zakarias Siregar mengatakan, secara teknikal untuk jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak netral selama di bawah 6.932. Hal ini tercermin dari Fibonacci indeks yang berada di 50% dari level indeks 7.355 – 6.509.
“Berdasarkan analisis ini, indeks berpeluang menguat terbatas di bulan Agustus yang di dukung oleh indikator stochastic weekly oversold atau jenuh jual dan bertahan di atas 6.793 (200 day MA),” ujar Andri dalam siaran pers.
Secara teknikal, IHSG pada Agustus 2022 pergerakannya juga diperkirakan masih kurang baik jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya. Menurut Andri, kondisi indikator MACD stochastic untuk Agustus 2021 lebih bagus jika dibandingkan dengan Agustus 2022. Kondisi ini tercermin dari pergerakan indeks pada Juli 2022 yang menunjukan pola penurunan dari kondisi overbought (jenuh beli).
Investor dapat mencermati saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga (target price/TP) Rp. 4.540 – 4.630, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan TP Rp 7.750/Rp 7.900, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) TP Rp 4.560/Rp 4.650, PT Astra International Tbk (ASII) TP Rp 6.500/6.700 dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) TP Rp 3.700.
Baca Juga: Menguak 3 Alasan IMF Melukiskan Gambaran Suram Ekonomi Global di Sisa 2022
Baca Juga: Miliarder Ini Ramalkan Inflasi Tinggi Bertahan Lama dan Bitcoin Jadi Tak Berharga
Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas , Andri Zakarias Siregar mengatakan, secara teknikal untuk jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak netral selama di bawah 6.932. Hal ini tercermin dari Fibonacci indeks yang berada di 50% dari level indeks 7.355 – 6.509.
“Berdasarkan analisis ini, indeks berpeluang menguat terbatas di bulan Agustus yang di dukung oleh indikator stochastic weekly oversold atau jenuh jual dan bertahan di atas 6.793 (200 day MA),” ujar Andri dalam siaran pers.
Secara teknikal, IHSG pada Agustus 2022 pergerakannya juga diperkirakan masih kurang baik jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya. Menurut Andri, kondisi indikator MACD stochastic untuk Agustus 2021 lebih bagus jika dibandingkan dengan Agustus 2022. Kondisi ini tercermin dari pergerakan indeks pada Juli 2022 yang menunjukan pola penurunan dari kondisi overbought (jenuh beli).
Investor dapat mencermati saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga (target price/TP) Rp. 4.540 – 4.630, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan TP Rp 7.750/Rp 7.900, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) TP Rp 4.560/Rp 4.650, PT Astra International Tbk (ASII) TP Rp 6.500/6.700 dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) TP Rp 3.700.
Baca Juga: Menguak 3 Alasan IMF Melukiskan Gambaran Suram Ekonomi Global di Sisa 2022
Lihat Juga :