Pertahankan Laba, Ini 5 Langkah Strategi Bisnis SCG
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Sementara laba mencapai Rp4,14 triliun, turun 42% y-o-y akibat kenaikan harga minyak dunia dan penurunan pendapatan ekuitas pada lini bisnis bahan kimia (chemicals). Namun, secara q-o-q laba meningkat 12% berkat pendapatan dividen dari bisnis investasi. Sementara itu, pendapatan dari penjualan paruh pertama tahun 2022 mencapai Rp130,54 triliun (US$ 9,04 miliar), tumbuh 19% secara y-o-y.
Baca juga : Naik 64%, Aset SCG di Indonesia Capai Rp36,5 Triliun
Roongrote mengakui saat ini ekonomi global sangat tidak dapat diprediksi. Untuk itu SCG mengamati situasi dan menyelaraskan operasinya lewat lima strategi berikut:
1. Menekan biaya dan meningkatkan pemanfaatan energi alternatif dengan mengadopsi teknologi manufaktur yang efisien, mengurangi limbah, dan meningkatkan proporsi energi alternatif seperti biomassa dan tenaga surya. Saat ini, konsumsi energi alternatif SCG mencapai 16,4%.
2. Pengembangan High Value Added Products & Services (HVA) secara berkelanjutan. Contoh inovasi bahan kimia (chemicals), yaitu Post-Consumer Recycled Resin (PCR) tanpa bau dan berkualitas tinggi untuk kemasan ramah lingkungan pada produk yang memerlukan retensi aroma tertentu. Selain itu, terdapat terobosan inovasi pembersih udara dari SCG HVAC Air Scrubber yang meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dengan pengurangan asupan udara luar sehingga menghemat 20-30% biaya listrik. Dalam inovasi konstruksi, CPAC Green Solution, menggunakan teknologi untuk menciptakan desain dan layanan konstruksi untuk solusi pertanian dan solusi pom bensin. Sementara dalam inovasi kemasan (packaging), SCG menciptakan kemasan makanan Fest Chill berbahan kertas, yang dilapisi peelable film yang bisa didaur ulang karena dapat terurai secara organik sehingga cocok untuk layanan pesan antar.
Baca juga : Naik 64%, Aset SCG di Indonesia Capai Rp36,5 Triliun
Roongrote mengakui saat ini ekonomi global sangat tidak dapat diprediksi. Untuk itu SCG mengamati situasi dan menyelaraskan operasinya lewat lima strategi berikut:
1. Menekan biaya dan meningkatkan pemanfaatan energi alternatif dengan mengadopsi teknologi manufaktur yang efisien, mengurangi limbah, dan meningkatkan proporsi energi alternatif seperti biomassa dan tenaga surya. Saat ini, konsumsi energi alternatif SCG mencapai 16,4%.
2. Pengembangan High Value Added Products & Services (HVA) secara berkelanjutan. Contoh inovasi bahan kimia (chemicals), yaitu Post-Consumer Recycled Resin (PCR) tanpa bau dan berkualitas tinggi untuk kemasan ramah lingkungan pada produk yang memerlukan retensi aroma tertentu. Selain itu, terdapat terobosan inovasi pembersih udara dari SCG HVAC Air Scrubber yang meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dengan pengurangan asupan udara luar sehingga menghemat 20-30% biaya listrik. Dalam inovasi konstruksi, CPAC Green Solution, menggunakan teknologi untuk menciptakan desain dan layanan konstruksi untuk solusi pertanian dan solusi pom bensin. Sementara dalam inovasi kemasan (packaging), SCG menciptakan kemasan makanan Fest Chill berbahan kertas, yang dilapisi peelable film yang bisa didaur ulang karena dapat terurai secara organik sehingga cocok untuk layanan pesan antar.
Lihat Juga :