Menparekraf Buka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja melalui Pariwisata Berkualitas
Rabu, 17 Agustus 2022 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Pembentukan Desa Wisata Tergantung Kesadaran Warga)
Keistimewaan air terjun Tri Sakti adalah airnya yang dingin. Sedangkan air terjun Puspa Dewi bersuhu panas. Kedua aliran air ini akan bertemu dan menyatu di satu titik. “Fenomena air terjun ini merupakan satu-satunya di Indonesia, berpasangan dengan penampilan gagah dari Air Terjun Tri Sakti dan representasi keanggunan dari Air Terjun Puspa Dewi, membuat kedua air terjun ini diibaratkan laki-laki dan perempuan yang saling melengkapi,” beber Hendri.
Menparekraf mengapreasi capaian Desa Wisata Belitar Seberang secara khusus dan Bengkulu secara umum. “Di Bengkulu ada 58 desa wisata kita harus tingkatkan lagi. Rejang Lebong ini adalah sembilan desa wisata. Saya ucapkan kepada Pak Hendri. Kita harus bangkitkan peluang usaha di sini, lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/8/2022).
Anggota DPR RI Komisi X Dewi Coryati mengatakan, kehadiran Sandiaga ke Rejang Lebong sebagai bukti komitmen pemerintah untuk meningkatkan pariwisata ekonomi kreatif di Bengkulu. “Ini membuktikan bahwa Kemenparekraf mendukung pariwisata di Bengkulu khususnya di Rejang Lebong. Khususnya di daerah Belitar Seberang,” ujar Dewi.
(Baca juga:Wanita Bisa Berperan dalam Pembangunan Desa Wisata)
Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga membuka sayembara penamaan dua air terjun yang bersatu, yaitu Tri Sakti dan Puspa Dewi. “Jadi, kita akan buka sayembara sampai akhir Oktober. Di mana akan kita finalkan dan diumumkan saat puncak ADWI di Gedung Sapta Pesona (Kemenparekraf),” terang Sandi.
Bicara jarak tempuh ke desa ini, pelancong dapat melalui jalan darat selama 2,5 jam dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Rutenya melalui jalan lintas Curup-Lubuk Linggau. Desa yang terdiri dari tiga dusun ini memiliki kepadatan penduduk sekitar 1.010 jiwa (sekitar 297 kepala keluarga) yang terdiri dari Suku Lembak dan Suku Jawa.
Keistimewaan air terjun Tri Sakti adalah airnya yang dingin. Sedangkan air terjun Puspa Dewi bersuhu panas. Kedua aliran air ini akan bertemu dan menyatu di satu titik. “Fenomena air terjun ini merupakan satu-satunya di Indonesia, berpasangan dengan penampilan gagah dari Air Terjun Tri Sakti dan representasi keanggunan dari Air Terjun Puspa Dewi, membuat kedua air terjun ini diibaratkan laki-laki dan perempuan yang saling melengkapi,” beber Hendri.
Menparekraf mengapreasi capaian Desa Wisata Belitar Seberang secara khusus dan Bengkulu secara umum. “Di Bengkulu ada 58 desa wisata kita harus tingkatkan lagi. Rejang Lebong ini adalah sembilan desa wisata. Saya ucapkan kepada Pak Hendri. Kita harus bangkitkan peluang usaha di sini, lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/8/2022).
Anggota DPR RI Komisi X Dewi Coryati mengatakan, kehadiran Sandiaga ke Rejang Lebong sebagai bukti komitmen pemerintah untuk meningkatkan pariwisata ekonomi kreatif di Bengkulu. “Ini membuktikan bahwa Kemenparekraf mendukung pariwisata di Bengkulu khususnya di Rejang Lebong. Khususnya di daerah Belitar Seberang,” ujar Dewi.
(Baca juga:Wanita Bisa Berperan dalam Pembangunan Desa Wisata)
Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga membuka sayembara penamaan dua air terjun yang bersatu, yaitu Tri Sakti dan Puspa Dewi. “Jadi, kita akan buka sayembara sampai akhir Oktober. Di mana akan kita finalkan dan diumumkan saat puncak ADWI di Gedung Sapta Pesona (Kemenparekraf),” terang Sandi.
Bicara jarak tempuh ke desa ini, pelancong dapat melalui jalan darat selama 2,5 jam dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Rutenya melalui jalan lintas Curup-Lubuk Linggau. Desa yang terdiri dari tiga dusun ini memiliki kepadatan penduduk sekitar 1.010 jiwa (sekitar 297 kepala keluarga) yang terdiri dari Suku Lembak dan Suku Jawa.
Lihat Juga :