Menko PMK: Polbangtan Kementan Ujung Tombak Regenerasi Petani Indonesia

Minggu, 21 Agustus 2022 - 20:41 WIB
loading...
Menko PMK: Polbangtan...
Stafsus Menko PMK Ravik Karsidi (ketiga kanan) bersama Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana (kedua kanan).
A A A
JAKARTA - Pendidikan vokasi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) merupakan ujung tombak regenerasi petani . Bangsa dan negara sandarkan harapan pada kehadiran SDM milenial andal, kompetitif dan berkompeten di bidang pertanian, guna mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia di masa mendatang.

Harapan tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy yang disampaikan Staf Khusus Menko PMK Ravik Karsidi pada Kuliah Umum bertajuk ´Penyiapan SDM Unggul Pertanian Melalui Pendidikan Vokasi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan´ di Polbangtan Malang, Malang, Jatim, Jumat (19/8) lalu.

“Dapat dikatakan, Polbangtan merupakan ujung tombak dalam menyiapkan tenaga kerja pertanian yang andal. Di tangan lulusan Polbangtan, kita menyandarkan harapan untuk ketersediaan produksi pangan di masa depan,” kata Ravik Karsidi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/8/2022).

(Baca juga:Jaga Keseimbangan Sistem, Kementan Perkuat Regenerasi Petani)

Pada kesempatan tersebut, Ravik menyampaikan salam dari Menko PMK Muhajir Effendy kepada ratusan mahasiswa yang hadir di kuliah umum. Ravik didampingi Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana dan para wakil direktur.

Menurutnya, suksesnya upaya swasembada pangan nusantara dan masa depan ketahanan pangan Indonesia bergantung pada generasi petani milennial. Oleh karena itu, di tangan Polbangtan, negara menyandarkan harapan kehadiran SDM milenial kompeten di bidang pertanian.

Di era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini, katanya, teknologi digital telah menerobos hampir di segala bidang. Kendati demikian, satu hal yang pasti, manusia masih akan tetap makan dari hasil pertanian maupun hasil pengolahan produk pertanian.

(Baca juga:Visa Pertanian Australia dan Regenerasi Petani Indonesia)

“Momentum harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kemandirian pangan dan kesejahteraan petani harus bisa meningkat secara signifikan. Profesionalisme dan daya saing petani harus terus ditingkatan,” katanya.

Harapan Menko PMK sejalan dengan upaya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo tentang petani milenial lulusan Polbangtan sebagai sosok muda, aktif, energik, dan inovatif adalah sosok ideal mahasiswa Polbangtan.

“Kita mau perguruan tinggi menjadi tonggak kekuatan negara ini untuk menghadirkan makan kepada 267 juta orang. Kita juga ingin perguruan tinggi memperkuat negara ini agar menjadi kuat,” kata Mentan Syahrul tiap kali berdialog dengan mahasiswa di seluruh Indonesia, khususnya mahasiswa Polbangtan.

(Baca juga:Mulai Minim, Indonesia Perlu Pikirkan Kembali Regenerasi Petani)

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengingatkan hal serupa bahwa sikap dan karakter jiwa yang baik dapat membentuk mahasiswa Polbangtan sebagai job creator dan job seeker bermental baja, pekerja keras dan cerdas menjadi wirausahawan milenial yang profesional.

“Generasi milenial khususnya di lingkup pendidikan vokasi Kementan harus beradaptasi memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi,” kata Dedi.

Ketahanan Pangan
Sebagaimana diketahui, Polbangtan merupakan institusi pendidikan tinggi vokasi binaan BPPSDMP Kementan. Visi dan misi menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian dengan menghasilkan SDM pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing.

Ravik Karsidi mengingatkan Polbangtan Malang menjadi salah satu wadah untuk menciptakan SDM pertanian yang mandiri dan kompetitif baik dalam keterampilan teknis, pemanfaatan teknologi, serta paham akan model bisnis dan manajemennya.

“Bangun dan tingkatkan industri pertanian yang masih menjadi salah satu lapangan kerja terbesar. Ketika pandemi sangat berat melanda Indonesia dua tahun lalu, sektor pertanian terbukti mampu bertahan bahkan membantu meredam laju pengangguran,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Muhajir Effendy melalui Ravik Karsidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di Polbangtan Malang.

“Menko PMK berpesan, lanjutkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan melakukan inovasi tanpa henti sekaligus menyiapkan SDM pertanian untuk ketahanan pangan di masa depan. Pertanian yang kuat akan mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang kuat pula,” katanya.

Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana membuka kuliah umum dengan mengurai tentang Polbangtan Malang yang berlokasi di Lawang, Malang, yang menggelar program vokasi dalam berbagai ilmu terapan untuk mendukung pembangunan pertanian.

“Polbangtan Malang didukung 52 orang dan 1.083 mahasiswa dari 26 provinsi di seluruh Indonesia. Model pembelajaran berbasis Teaching Factory disingkat TeFa, di mana mahasiswa akan terbiasa bekerja sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahawan,” kata Setya BU yang akrab disapa Uud.

Polbangtan Malang juga telah bekerjasama dengan 50 Dunia Usaha Dunia Kerja (DuDiKa) seperti Charoen Phokphan Indonesia, PT Medion, PT Bisi Indonesia TBP, PT Nestle, PT Astra Agro Lestari, Indolacto dan tujuh pemerintah daerah.

“Polbangtan Malang juga mengembangkan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) baik bagi mahasiswa maupun masyarakat pada empat kabupaten melalui program Youth Enterpreneurship Supporting Services programme (YESS),” kata Uud.

Adapun salah satu misi yang dijalankan oleh Polbangtan, katanya, merekrut anak-anak dari keluarga petani untuk mendapatkan pendidikan tinggi tanpa menomorsatukan prestasi akademiknya. Bagi anak-anak tersebut juga diberikan bantuan biaya pendidikan, sehingga diharapkan melahirkan petani milenial yang maju di era digital.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
Mentan Cabut 2.300 Izin...
Mentan Cabut 2.300 Izin Distributor Pupuk Nakal, Pecat 192 Pegawai Kementan
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Rekomendasi
10 Tips Bermain Mobile...
10 Tips Bermain Mobile Legends ala King Zilong, Bikin Tim Lebih Solid dan Auto Win
True Love In Disguise,...
'True Love In Disguise', Drama China Romantis tentang Kencan Buta Penuh Rahasia di V+Short
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Berita Terkini
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved