Kemenparekraf Tekankan Peran Aktif Pelaku Pariwisata Desa di Labuan Bajo
Senin, 05 September 2022 - 18:32 WIB
loading...
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat Pius Baut, saat pembukaan pelatihan desa wisata di wilayah Labuan Bajo, NTT, 4-10 September 2022. Foto/Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Memasuki tahapan kedua rangkaian Kampanye Sadar Wisata (KSW), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan program pelatihan bagi para pelaku wisata. Pada pelatihan yang berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 4-10 September 2022 ini, Kemenparekraf menekankankan pentingnya kontribusi sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan pariwisata desa.
Sejalan dengan hal tersebut, saat pembukaan fase pelatihan untuk desa wisata di wilayah Labuan Bajo, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Frans Teguh mengatakan, pelatihan merupakan momentum tepat untuk pengembangan diri, terutama dalam meningkatkan keahlian, memperkuat inovasi produk wisata dan peningkatan kapasitas bidang pariwisata maupun ekonomi kreatif.
Baca Juga: Gelar Kampanye Sadar Wisata & Pemasaran Online di 6 Destinasi, Sandiaga Uno: Pacu Usaha Lokal!
“Saya mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, baik yang sudah bergerak di bidang tersebut maupun yang memiliki minat atau keinginan (di bidang pariwisata) untuk mengembangkan diri dan mempertajam skill, keahlian yang diperlukan. Untuk produk yang kita tawarkan, cara melayani, dan dapat meyakinkan wisatawan, agar kita punya citra yang baik,” jelas Frans, dalam keterangannya, Senin (5/9/2022).
Frans berharap, dari pelatihan yang diselenggarakan ini akan lahir para pelaku pariwisata andal, terutama di desa wisata. “Tunjukkan semangat dan motivasi, jangan hanya jadi penonton tapi jadi pelaku,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, saat pembukaan fase pelatihan untuk desa wisata di wilayah Labuan Bajo, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Frans Teguh mengatakan, pelatihan merupakan momentum tepat untuk pengembangan diri, terutama dalam meningkatkan keahlian, memperkuat inovasi produk wisata dan peningkatan kapasitas bidang pariwisata maupun ekonomi kreatif.
Baca Juga: Gelar Kampanye Sadar Wisata & Pemasaran Online di 6 Destinasi, Sandiaga Uno: Pacu Usaha Lokal!
“Saya mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, baik yang sudah bergerak di bidang tersebut maupun yang memiliki minat atau keinginan (di bidang pariwisata) untuk mengembangkan diri dan mempertajam skill, keahlian yang diperlukan. Untuk produk yang kita tawarkan, cara melayani, dan dapat meyakinkan wisatawan, agar kita punya citra yang baik,” jelas Frans, dalam keterangannya, Senin (5/9/2022).
Frans berharap, dari pelatihan yang diselenggarakan ini akan lahir para pelaku pariwisata andal, terutama di desa wisata. “Tunjukkan semangat dan motivasi, jangan hanya jadi penonton tapi jadi pelaku,” tegasnya.
Lihat Juga :