Pemulihan Aktivitas Masyarakat Dorong Pertumbuhan Bisnis Mal dan Hotel
Kamis, 08 September 2022 - 10:55 WIB
loading...
PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) optimistis bukukan pendapatan berulang di segmen bisnis Lifestyle pada 2022 seiring dengan pemulihan bisnis pusat perbelanjaan dan hotel. (Foto: Ilustrasi)
A
A
A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) optimistis membukukan pendapatanberulang (recurring income) yang positif di segmen bisnisLifestylepada tahun 2022 seiringdengan pemulihan bisnis pusat perbelanjaan (mal) dan hotel.
Pada semester I/2022, LPKR berhasil meraih pendapatan Rp171 miliar dan EBITDA Rp43 miliardari bisnis mal karena tingkat kunjungan yang menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat.
Lalu lintas pejalan kaki meningkat menjadi rata-rata sebesar 68% di kuartal II/2022 dibandingkandengan 57% di kuartal I/2022, yang merupakan dampak positif dari perayaan Lebaran danmelonggarnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
(Baca juga:PPKM Longgar, Pusat Perbelanjaan Kembali Dibuka)
Adapun di segmen bisnis hotel, LPKR berhasil meraih pendapatan Rp158 miliar dan EBITDARp53 miliar pada Semester I/2022 didorong oleh peningkatan tingkat hunian dan kenaikan tarifsewa kamar. Rata-rata okupansi mencapai 68% pada kuartal II/2022, menunjukkan pemulihansignifikan setelah kasus Omicron melonjak pada kuartal I/2021.
Pada semester I/2022, LPKR berhasil meraih pendapatan Rp171 miliar dan EBITDA Rp43 miliardari bisnis mal karena tingkat kunjungan yang menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat.
Lalu lintas pejalan kaki meningkat menjadi rata-rata sebesar 68% di kuartal II/2022 dibandingkandengan 57% di kuartal I/2022, yang merupakan dampak positif dari perayaan Lebaran danmelonggarnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
(Baca juga:PPKM Longgar, Pusat Perbelanjaan Kembali Dibuka)
Adapun di segmen bisnis hotel, LPKR berhasil meraih pendapatan Rp158 miliar dan EBITDARp53 miliar pada Semester I/2022 didorong oleh peningkatan tingkat hunian dan kenaikan tarifsewa kamar. Rata-rata okupansi mencapai 68% pada kuartal II/2022, menunjukkan pemulihansignifikan setelah kasus Omicron melonjak pada kuartal I/2021.
Lihat Juga :