4 Perusahaan Teknologi China yang Layanannya Sudah Menjangkau Indonesia

Jum'at, 09 September 2022 - 14:05 WIB
loading...
4 Perusahaan Teknologi...
Sedikitnya ada empat perusahaan teknologi China yang layanannya sudah menjangkau Indonesia. Salah satunya Xiaomi. Foto DOK Ist
A A A
JAKARTA - Sedikitnya ada empat perusahaan teknologi China yang layanannya sudah menjangkau Indonesia . Seperti yang diketahui, China dikenal sebagai salah satu negara maju di dunia.

Penyematan status tersebut bukanlah tanpa alasan. Faktanya, China telah banyak melahirkan berbagai teknologi dan produk canggih yang telah dipasarkan ke belahan dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga : AS Jaga Jarak dengan 12 Perusahaan Teknologi China

Berikut empat perusahaan teknologi China yang layanannya sudah menjangkau Indonesia :

1. Xiaomi

Xiaomi merupakan salah satu perusahaan teknologi asal China. Di Indonesia sendiri, cukup banyak jenis produk miliknya yang disukai dan digunakan berbagai kalangan masyarakat.

Dikutip dari situs resminya, Xiaomi Corporation didirikan pada bulan April 2010 dan terdaftar di Bursa Efek Hong Kong pada 9 Juli 2018 (1810.HK). Pada perkembangannya, Xiaomi dikenal sebagai perusahaan manufaktur perangkat pintar dan berfokus pada smartphone dan perangkat keras pintar yang terhubung melalui platform IoT.

Melihat dari produk yang dihadirkan, salah satu kelebihan yang dimiliki Xiaomi adalah menyajikan produk canggih dengan harga yang relatif murah dibanding kompetitornya.

Menurut Canalys, sebagai pemasok produk smartphone, Xiaomi menempati peringkat 3 secara global di kuartal kedua tahun 2022. Selain itu, perusahaan ini juga diketahui telah membangun platform AIoT (AI+IoT) konsumen di dunia dengan lebih dari 526,9 juta perangkat yang terhubung ke platform per 30 Juni 2022, tidak termasuk smartphone, tablet, dan laptop.

Terakhir, saat ini produk Xiaomi tersedia di lebih dari 100 negara dan wilayah di penjuru dunia. Pada Agustus 2022, Xiaomi masuk dalam daftar Fortune Global 500 untuk keempat kalinya dengan menempati peringkat ke-266, naik 72 posisi dibandingkan tahun 2021.

2. Baidu

Dalam perkembangannya, Baidu merupakan platform mesin pencari yang sangat terkenal di China. Identik dengan ‘Google China’, Baidu didirikan pada tahun 2000 sebagai mesin pencari dan menggunakan mesin teknologi AI sendiri yang bernama Baidu Brain.

Dikutip dari situs resminya, Baidu mengklaim menjadi satu dari sedikit perusahaan teknologi yang memiliki fitur AI lengkap dengan penggunaan yang inovatif. Selain itu, portofolio dan produk layanannya telah diakses lebih dari satu miliar perangkat setiap bulannya.

Seiring perkembangannya, Baidu juga terus melebarkan jangkauan pasarnya di negara-negara dunia, termasuk Indonesia. Selain mesin pencari, cukup banyak produk lain yang juga turut dihadirkan, seperti Baidu PC Faster, Baidu Antivirus, dan lainnya.

Baca juga : 90 Perusahaan Teknologi China Bergabung Bangun Industri Chipset Lokal

3. Huawei

Perusahaan teknologi China berikutnya adalah Huawei. Didirikan pada tahun 1987, Huawei Technologies telah beroperasi di lebih dari 170 negara dan wilayah seluruh dunia serta melayani sekitar tiga miliar orang di dunia.

Dikutip dari laman resminya, Huawei didirikan oleh Ren Zhengfei dengan modal sekitar 21.000 Yuan. Kantor perdananya adalah sebuah apartemen sederhana di Shenzhen.

Awalnya, Huawei hanya sebatas agen penjualan untuk sistem Private Branch Exchange (PBX). Setelah ditinggalkan vendornya, Huawei memulai semuanya kembali dari awal.

Sekitar tahun 1993, mereka mengembangkan switchboard digital yang dikenal City & Countryside 08 (C&C 08). Tahun tersebut menandai awal mula Huawei menjadi vendor peralatan telekomunikasi.

Seiring berjalannya waktu, Huawei terus tumbuh dan berkembang. Hingga pada akhirnya dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi multinasional terbesar di dunia.

4. Tencent

Tencent merupakan perusahaan teknologi terkemuka dunia yang mengembangkan berbagai produk dan layanan inovatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di dunia.

Dikutip dari laman resminya, Tencent berdiri pada 1998 dengan kantor pusatnya berada di Shenzhen, China. Selain itu, perusahaan ini juga sudah terdaftar di Bursa Efek Hong Kong sejak 2004.

Pada perkembangannya, Tencent dikenal sebagian besar orang sebagai perusahaan game besar. Berbagai produk game besutannya yang terkenal diantaranya adalah Clash of Clans (COC), League of Legends (LoL), dan masih banyak lainnya.

Namun, sebenarnya Tencent tak hanya bergerak di sektor video game saja. Mereka juga memiliki jenis produk berupa aplikasi lain seperti pesan instan QQ hingga WeChat.

Demikian ulasan mengenai perusahaan teknologi China yang layanannya sudah menjangkau Indonesia.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Rekomendasi
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved