Tersulut Kenaikan Inflasi, Bursa Saham Amerika Kebakaran
Rabu, 14 September 2022 - 07:15 WIB
loading...
Wall Street ditutup turun imbas kenaikan inflasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wall Street terkena aksi jual besar-besaran sehingga ditutup turun dan membuat bursa saham AS terguncang pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (13/9/2022). Kondisi itu terjadi setelah laporan inflasi yang ternyata lebih panas dari perkiraan semula, sehingga menghancurkan harapan The Fed mengalah dan mengurangi pengetatan kebijakannya dalam beberapa bulan mendatang.
Baca juga: Wall Street Dibuka Loyo Sambut Tekanan Inflasi Amerika 8,3%
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 1.276,37 poin atau 3,94% menjadi 31.104,97, S&P 500 (SPX) kehilangan 177,72 poin atau 4,32% menjadi 3.932,69, dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 632,84 poin atau 5,16%, menjadi 11.633,57.
Ketiga indeks saham utama AS itu merosot tajam, menghentikan kenaikan beruntun empat hari dan mencatat persentase penurunan satu hari terbesar sejak Juni 2020 selama pergolakan pandemi.
Sentimen risk-off yang melonjak menarik setiap sektor utama jauh ke wilayah negatif, dengan pemimpin pasar teknologi yang sensitif terhadap suku bunga dan teknologi yang berdekatan, dipimpin oleh Apple Inc (AAPL.O), Microsoft Corp (MSFT.O) dan Amazon.com Inc (AMZN.O) dengan berat terberat.
Baca juga: Wall Street Dibuka Loyo Sambut Tekanan Inflasi Amerika 8,3%
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 1.276,37 poin atau 3,94% menjadi 31.104,97, S&P 500 (SPX) kehilangan 177,72 poin atau 4,32% menjadi 3.932,69, dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 632,84 poin atau 5,16%, menjadi 11.633,57.
Ketiga indeks saham utama AS itu merosot tajam, menghentikan kenaikan beruntun empat hari dan mencatat persentase penurunan satu hari terbesar sejak Juni 2020 selama pergolakan pandemi.
Sentimen risk-off yang melonjak menarik setiap sektor utama jauh ke wilayah negatif, dengan pemimpin pasar teknologi yang sensitif terhadap suku bunga dan teknologi yang berdekatan, dipimpin oleh Apple Inc (AAPL.O), Microsoft Corp (MSFT.O) dan Amazon.com Inc (AMZN.O) dengan berat terberat.
Lihat Juga :