Gandeng Mowilex, KLHK Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Belitung
Rabu, 14 September 2022 - 17:45 WIB
loading...
KLHK Kolaborasi Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Belitung. FOTO/dok.KLHK
A
A
A
JAKARTA - Mowilex Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanam 10.000 bibit mangrove di Belitung. Aksi tersebut merupakan upaya pemerintah mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam percepatan pemulihan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan kelompok masyarakat termasuk upaya peningkatan reforestasi.
Kegiatan reforestrasi itu kemudian menggandeng Hutan Kemasyarakatan (HKm) Seberang Bersatu yang mengelola ekowisata berbasis ekosistem mangrove dalam melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove di Belitung. Penanaman bibit pohon mangrove dilaksanakan secara swakelola atau padat karya oleh kelompok perhutanan sosial.
Kegiatan ersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat serta memberikan manfaat ekonomi. Mowilex menargetkan menanam hingga 50.000 bibit pohon. Bibit pohon tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim.
Baca Juga: Langkah Indonesia dalam Penyelamatan Lingkungan Diapresiasi Menteri Norwegia
Kerja sama Mowilex dengan KLHK untuk penanaman bibit pohon mangrove telah dimulai sejak 2020 dalam rangka peringatan 50 tahun Mowilex, dan berlokasi di Tukad Mati, Bali hingga Belitung.
"Kami memilih fokus melakukan penanaman mangrove yang mampu menyerap karbon lebih banyak dibandingkan pohon tropis lainnya, dengan isu perubahan iklim yang terjadi," ujar Direktur Marketing Mowilex Indonesia Anna Yesito Wibowo melalui pernyataannya, Rabu (14/9/2022).
PSKL-KLHK menyambut baik inisiatif Mowilex yang memberikan dampak baik bagi hutan, lingkungan dan masyarakat. Kegiatan penanaman dilaksanakan di kawasan hutan mangrove yang mampu menyimpan karbon (carbon sinks) sebanyak 4 sampau 5 kali lebih banyak daripada hutan tropis daratan, terutama kandungan dalam tanahnya (coverground).
Kegiatan reforestrasi itu kemudian menggandeng Hutan Kemasyarakatan (HKm) Seberang Bersatu yang mengelola ekowisata berbasis ekosistem mangrove dalam melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove di Belitung. Penanaman bibit pohon mangrove dilaksanakan secara swakelola atau padat karya oleh kelompok perhutanan sosial.
Kegiatan ersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat serta memberikan manfaat ekonomi. Mowilex menargetkan menanam hingga 50.000 bibit pohon. Bibit pohon tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim.
Baca Juga: Langkah Indonesia dalam Penyelamatan Lingkungan Diapresiasi Menteri Norwegia
Kerja sama Mowilex dengan KLHK untuk penanaman bibit pohon mangrove telah dimulai sejak 2020 dalam rangka peringatan 50 tahun Mowilex, dan berlokasi di Tukad Mati, Bali hingga Belitung.
"Kami memilih fokus melakukan penanaman mangrove yang mampu menyerap karbon lebih banyak dibandingkan pohon tropis lainnya, dengan isu perubahan iklim yang terjadi," ujar Direktur Marketing Mowilex Indonesia Anna Yesito Wibowo melalui pernyataannya, Rabu (14/9/2022).
PSKL-KLHK menyambut baik inisiatif Mowilex yang memberikan dampak baik bagi hutan, lingkungan dan masyarakat. Kegiatan penanaman dilaksanakan di kawasan hutan mangrove yang mampu menyimpan karbon (carbon sinks) sebanyak 4 sampau 5 kali lebih banyak daripada hutan tropis daratan, terutama kandungan dalam tanahnya (coverground).
Lihat Juga :