alexametrics

MNC Land Komitmen Kembangkan Kawasan Lido

loading...
MNC Land Komitmen Kembangkan Kawasan Lido
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam acara renovasi golf Lido yang dikembangkan MNC Land, Rabu (20/8/2014). Foto: Hatyudi.
A+ A-
BOGOR - Komitmen Grup PT MNC Land Tbk (KPIG) untuk mengembangkan daerah Lido yang terletak di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai kawasan atau komplek hiburan keluarga terintegrasi kebanggaan bangsa mulai digarap.

Tahap pertama yang saat ini sedang dibangun adalah merenovasi lapangan golf yang sudah ada menjadi kelas bertaraf internasional, disertai fasilitas dan tempat hiburan keluarga terintegrasi.

"Setelah selesai akan disusul dengan dibangun lapangan golf kedua, dilengkapi fasilitas seperti club house, hotel dan vila. Bukan hanya satu hotel, karena di kawasan Lido ini akan banyak project-project lainnya. Di antaranya, theme park, yang bakal menjadi ikon kawasan Lido," kata Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat membuka proyek dimulainya Golf Course Renovation, Lido, Bogor, Rabu (20/8/2014).

Dihadapan jajaran komisaris dan direksi MNC Land serta karyawan kompleks Lido, HT memberikan gambaran terkait komitmen besar grup perusahaaan yang dipimpinnya dalam mengembangkan komplek Lido.

"Bukan hanya sebatas mengembangkan, tapi juga kita harus bisa menjadikan komplek Lido menjadi kebanggaan bersama MNC Group dan kebanggaan bangsa Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, HT yang datang bersama istri Liliana Tanaja Tanoesoedibjo beserta putrinya Angela Herliani Tanoesodibjo memberikan beberapa usulan kepada direksi MNC Land selaku pengembang kawasan Lido untuk terus membangun proyek pembangunan sesuai yang dicanangkan.

"Kalau lapangan Golf bertaraf internasional ini sudah selesai, pertama saya usul sebaiknya kita selesaikan masterplan yang bagus dibanding memasarkan membership. Paling tidak ada pembangunan hotel seperti yang sudah berjalan saat ini, kemudian villa sebagai contoh dibangun di kawasan ini," papar HT.

Atau juga bisa dilanjutkan dengan pembangunan awal dari Theme Park. Sehingga, masyarakat yang nantinya ditawarkan untuk menjadi membership Golf Lido ini, sudah bisa merasakan bahwa komplek seluas 2.000 hektare ini betul-betul baik.

"Kita tidak usah buru-buru, melakukan penjualan membership bisa dilakukan di tengah jalan. Yang penting pembangunan komplek ini berjalan sesuai rencana dan dengan yang dicanangkan sebelumnya. Itu demi meningkatkan keberhasilan penjualan membership," terangnya.

Usulan kedua, menurutnya, proyek pengembangan kawasan Lido ini akan memakan waktu cukup lama. "Saya harap kawan-kawan terkait dengan pembebasan tanah untuk pembangunan jalan. Sebab lebih mudah membangun kawasan yang sudah ada dilebarkan dan diluaskan dibanding membuat kawasan baru," ungkapnya.

Dia memaparkan alasan berkomitmen mengembangkan kawasan Lido, karena masuk wilayah Bogor, yang daerahnya luas. "Jawa Barat luas sekali, daerah ini sangat strategis dan mudah dijangkau. Kita tidak bicara soal pengunjung dari tempat lain yang memakai pesawat atau dari luar negeri," katanya.

Namun, masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk datang ke sini diyakini sangat banyak peminatnya karena mudah dijangkau, khususnya dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. "Kalau dijumlah penduduknya bisa mencapai 60 juta jiwa lebih. Daerah ini sangat potensi sekali," tandasnya.

Saran ketiga, HT meminta juga untuk segera membangun jalan Tol yang menghubungkan Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

"Selesaikanlah pembebasan tanah, meski ada tambahan beberapa hektar lagi dan sudah mencapai 80%. Begitu menginjak 80%, jalan tol akan dibangun mulai dari Ciawi hingga Lido, Cigombong pada akhir tahun ini. Itu dilakukan secara paralel. Mudah-mudahan kontruksi bisa mulai tahun ini, kemudian semester I/2016 pembangunan tol selesai. Kita minta komitmennya," tutur dia.

HT kembali mengingatkan dan berharap kawasan ini jadi kebanggaan bersama, yang nantinya masyarakat Indonesia tidak lagi mencari hiburan ke Universal Studio (Singapura) atau ke Hongkong (Disneyland). "Cukup datang ke sini. Kalau luar negeri bisa kenapa kita tidak bisa, kita ingin tempat ini menjadi daerah integrated kompleks entertainment," pungkasnya.
(dmd)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak