alexametrics

Semester I/2014

Indosat Bukukan Laba Bersih Rp226,28 M

loading...
Indosat Bukukan Laba Bersih Rp226,28 M
PT Indosat membukukan laba bersih Rp226,28 miliar di semester I/2014. Foto: Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) sepanjang semester I/2014 mencatat laba bersih sebesar Rp226,28 miliar, sementara pada periode yang sama tahun lalu mencatat rugi sebesar Rp231,15 miliar.

Laporan keuangan perusahaan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/9/2014) menunjukkan, laba bersih tersebut didukung laba selisih kurs dan turunnya beban bersih.

Sementara pendapatan perseroan tercatat menurun 0,85% menjadi Rp11,61 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,71 triliun. Pendapatn tersebut disumbang dari selular sebesar Rp9,37 triliun, turun dibanding sebelumnya Rp9,57 triliun.



Selain itu, dari multimedia, komunikasi data dan internet Rp1,71 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,6 triliun; dan telekomunikasi tetap Rp542 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp536,32 miliar.

Di sisi lain, beban bersih menurun sekitar 2,6% menjadi Rp10,24 triliun diabnding semester I tahun lalu Rp10,51 triliun. Sedangkan laba selisih kurs tercatat sebesar Rp252,41 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu mencatat rugi Rp392 miliar.

Laba periode tahun berjalan di akhir Juni 2014 tercatat sebesar Rp283 miliar, sedangkan pada akhir Juni 2013 mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp169,22 miliar.

Jumlah aset perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp52,23 triliun, dengan total utang Rp35,88 triliun. Angka itu menurun dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp54,52 triliun, dengan total utang Rp38 triliun.

Harga saham ISAT pagi tadi dibuka sama dengan penutupan kemarin di harga Rp4.100 per lembar. Namun, pukul 15.30 WIB, harga saham perseroan turun 5 poin menjadi Rp4.050 per lembar.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak