Mendes Ungkap Perempuan Desa Jadi Kunci Kedaulatan Pangan
Minggu, 16 Oktober 2022 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
“Karena itulah, untuk pertama kalinya, saya, atas nama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, demi menghormati perempuan desa sang mentor generasi, nafas pembangunan desa. Dengan ini, kami lokalkan, International Day of Rural Women. Sehingga tanggal 15 Oktober, diperingati, sebagai Hari Perempuan Desa Se-Dunia,” tegas Mendes PDTT.
Mendes PDTT menjelaskan, berbagai problem yang dihadapi perempuan desa, mulai sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan kerja, sebagian besar bermula dari ketidakadilan, peminggiran, bahkan marginalisasi karena peran gendernya.
Semestinya, hal itu tidaklah terjadi, karena perempuan adalah bagian kembar laki-laki. Menurut Mendes PDTT, sebenarnya adalah perempuan adalah penolong laki-laki, pun begitu, laki-laki adalah penolong bagi perempuan. Laki-laki dan perempuan adalah dua sisi mata uang. Keduanya, berbeda tapi memiliki nilai yang sama.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam negara demokrasi, yang memegang teguh prinsip-prinsip governance, semua kondisi yang kurang menguntungkan bagi perempuan, diyakini berpangkal pada partisipasi perempuan dalam pembangunan.
“Tentu, partisipasi ini, bukanlah bermakna noise semata, tapi partisipasi dalam makna voice. Partisipasi perempuan bukan dilihat dari absensi, tapi merujuk pada akomodasi substansi,” ujar Mendes PDTT.
Di desa, peran dan keterlibatan perempuan sungguh sangat menggembirakan. Bukan saja ditunjukkan dengan kepesertaan perempuan dalam musyawarah desa, maupun proporsi perempuan sebagai pemanfaatan program. Lebih strategis lagi, perempuan desa telah terlibat dalam kepemimpinan desa.
Mendes PDTT menjelaskan, berbagai problem yang dihadapi perempuan desa, mulai sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan kerja, sebagian besar bermula dari ketidakadilan, peminggiran, bahkan marginalisasi karena peran gendernya.
Semestinya, hal itu tidaklah terjadi, karena perempuan adalah bagian kembar laki-laki. Menurut Mendes PDTT, sebenarnya adalah perempuan adalah penolong laki-laki, pun begitu, laki-laki adalah penolong bagi perempuan. Laki-laki dan perempuan adalah dua sisi mata uang. Keduanya, berbeda tapi memiliki nilai yang sama.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam negara demokrasi, yang memegang teguh prinsip-prinsip governance, semua kondisi yang kurang menguntungkan bagi perempuan, diyakini berpangkal pada partisipasi perempuan dalam pembangunan.
“Tentu, partisipasi ini, bukanlah bermakna noise semata, tapi partisipasi dalam makna voice. Partisipasi perempuan bukan dilihat dari absensi, tapi merujuk pada akomodasi substansi,” ujar Mendes PDTT.
Di desa, peran dan keterlibatan perempuan sungguh sangat menggembirakan. Bukan saja ditunjukkan dengan kepesertaan perempuan dalam musyawarah desa, maupun proporsi perempuan sebagai pemanfaatan program. Lebih strategis lagi, perempuan desa telah terlibat dalam kepemimpinan desa.
Lihat Juga :