Surplus Neraca Dagang Bukan Berarti Ekonomi Baik, Ini Saran CIPS

Rabu, 19 Oktober 2022 - 09:19 WIB
loading...
Surplus Neraca Dagang...
Kinerja perdagangan Indonesia sangat bergantung pada kondisi global. Ilustrasi foto/pexels/tom fisk
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2022 mengalami surplus USD4,99 miliar, dengan nilai ekspor sebesar USD24,8 miliar.

Meski begitu, peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran menegaskan bahwa surplus neraca perdagangan bukanlah ukuran performa ekonomi sedang berjalan baik. Menurut dia, harus dilihat secara detil pada ekspor-impor setiap komoditas.

"Pemerintah perlu mengutamakan perdagangan terbuka atau open trade dengan tidak melupakan kepentingan kelancaran rantai pasok dalam negeri yang dapat mendukung perekonomian di daerah," kata dia dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).

Hasran menuturkan, kerja sama perdagangan perlu diperluas, dengan tidak hanya menyasar negara-negara tujuan tradisional, seperti Amerika Serikat (AS), China dan Jepang, tetapi juga ke negara-negara non-tradisional seperti Pakistan, Palestina, Chili dan Mozambique.

Ketika perdagangan dengan negara-negara tradisional dilakukan dalam skema perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA), maka Indonesia juga perlu melakukan hal yang sama dengan negara-negara non-tradisional.

Baca juga: Ekspor Indonesia Turun 10,99%, Tanda-tanda Resesi Sudah Dekat?

FTA ini akan menghilangkan tarif dan mengurangi hambatan non-tarif yang selama ini membuat produk-produk Indonesia sulit bersaing di pasar non-tradisional.

"Selain itu, perjanjian dagang juga dapat membuat akses bahan baku menjadi lebih murah dan lancar, sesuatu yang akan sangat membantu memberikan nilai tambah pada produk Indonesia," tandasnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, kinerja perdagangan Indonesia sangat bergantung pada kondisi global. Fluktuasi harga komoditas ekspor utama Indonesia sangat tergantung pada kondisi ini dan hal ini menyebabkan nilai ekspor Indonesia mengalami kenaikan walaupun secara volume mengalami stagnansi.

"Diperkirakan kenaikan ekspor ini akan berakhir ketika harga-harga komoditas ini kembali ke titik normal," tukasnya.



Tak hanya itu, imbuh dia, pemerintah juga perlu mempermudah proses impor untuk bahan baku untuk menggerakkan industri.

Untuk itu, penurunan nilai impor, terutama pada bahan baku industri, seharusnya dilihat sebagai sebuah peringatan.

Neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus sejak Februari 2020. Di tahun 2022, total nilai ekspor Indonesia antara Januari dan Juli sebesar USD219,35 miliar. Sedangkan nilai impornya mencapai USD178,96 miliar.

Baca juga: Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September

Sektor nonmigas mendominasi 94,46% total ekspor selama Januari-September 2022. Sedangkan sektor migas hanya 5,54%.

Jika dilihat dari strukturnya, sektor nonmigas juga dapat dibagi menjadi tiga, yaitu Industri pengolahan (manufaktur), pertanian dan pertambangan.

"Industri pengolahan (manufaktur) adalah sektor non-migas terbesar dengan sumbangsih ekspor di atas 70%. Industri pengolahan (manufaktur) juga merupakan sektor non-migas dengan kontribusi impor tertinggi," terang Hasran.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved