Menyoroti Gejolak Global, Sri Mulyani: Harga Komoditas Masih Tidak Pasti

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 18:11 WIB
loading...
Menyoroti Gejolak Global,...
Fokus Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani mulai beralih, dari yang sebelumnya memantau risiko Pandemi Covid-19. Kini menuju risiko ekonomi dan keuangan dengan lingkungan global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Fokus Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati mulai beralih, dari yang sebelumnya memantau risiko Pandemi Covid-19 . Kini menuju risiko ekonomi dan keuangan dengan lingkungan global yang semakin bergejolak.

Dia menyebut, bahwa hingga saat ini, perkembangan pandemi COVID-19 sudah kian terkendali. Bahkan, Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa pandeminya sudah berakhir.

Baca Juga: Berkah Kenaikan Harga Komoditas

Kini Menkeu menyoroti tingginya harga komoditas utama dunia yang berimbas besar terhadap perekonomian banyak negara dan volatilitasnya masih sangat tinggi karena gejolak geopolitik perang Rusia-Ukraina. Harga gas saat ini tercatat masih fluktuatif, demikian juga dengan komoditas batu bara, minyak, kedelai, jagung, hingga crude palm oil (CPO).

" Harga komoditas masih sangat tidak pasti. Misal, harga batu bara yang masih bertahan di USD400 per metrik ton meskipun kemarin sempat turun di bawah USD400 per metrik ton," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA edisi Oktober 2022 di Jakarta, Jumat (21/10/2022).

Tak hanya itu, harga minyak pun tercatat menurun dari yang sebelumnya mencapai USD126 per barel, juga harga CPO yang menjadi komoditas unggulan Indonesia juga turun drastis dalam satu bulan setengah terakhir. Harga kedelai meski turun, masih bergejolak. Demikian pula harga komoditas jagung yang sebelumnya sempat menurun, kini merambat naik kembali.

"Gejolak geopolitik ini sudah mengganggu sisi pasokan dan distribusi, karena menyebabkan harga komoditas menjadi tinggi dan gampang sekali bergejolak. Tingginya harga-harga komoditas ini kemudian juga memicu tingginya inflasi di berbagai negara," ucap Sri Mulyani.

Tak hanya itu saja, dia mewaspadai Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang semakin agresif menaikkan suku bunganya merespon tingginya inflasi AS di 8,2%. Bahkan, diperkirakan hingga akhir tahun, angka suku bunganya bisa mencapai 4,5%. Tindakan ini tentunya akan berdampak terhadap seluruh dunia.

Baca Juga: Pembiayaan Utang Turun 62,4 Persen, Sri Mulyani Waspadai 3 Risiko Global dan Domestik

Gejolak inflasi juga sudah nampak di Eropa dengan inflasi yang sudah mencapai level 10, terutama di harga energi yang kemudian memicu gejolak dan tekanan sosial. Negara-negara emerging markets juga masih mengalami inflasi, misal Brazil 8,7%, Meksiko 8,7%, India 7%, dan Indonesia 6%.

"Maka dari itu perlu respon kebijakan moneter untuk menstabilkan harga, yaitu dengan menaikkan suku bunga dan menetapkan likuiditas. Outlook perekonomian global menjadi melemah seiring kenaikan harga dan pengetatan kebijakan moneter," pungkas Sri.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Purbaya Lapor Prabowo,...
Purbaya Lapor Prabowo, Ada 10 Perusahaan Diduga Manipulasi Harga Ekspor CPO
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
PT Invetra Teknologi...
PT Invetra Teknologi Berjangka Hadirkan Platform Trading Forex dan Komoditas Berstandar Global di Indonesia
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Berita Terkini
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved