alexametrics

Studi Kelayakan PLTBm Morowali Butuh Enam Bulan

loading...
Studi Kelayakan PLTBm Morowali Butuh Enam Bulan
Studi kelayakan PLTBm Morowali butuh enam bulan. Foto: Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Prima Layanan Nasional (PLN) Enjinering mengungkapkan, studi kelayakan pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Biomassa (PLTBm) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah butuh enam bulan.

Perlu diketahui, Kadin Indonesia Timur, PT Prima Layanan Nusantara Enjiniring, dan Bupati Morowali hari ini menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) untuk mengembangkan PLTB berkapasitas 10 MW.

"Secara normal butuh enam bulan untuk studi kelayakan," ujar Direktur Utama PT Prima Layanan Nasional (PLN) Enjinering Zainal Abidin Sihite di Menara Kadin, Jakarta, Senin (11/10/2014).



Dia memprediksi, dengan tenggat waktu studi kelayakan selama enam bulan tersebut, proyek ini akan selesai dalam jangka waktu dua tahun.

Menurutnya, PLTBm ini berpotensi cukup besar untuk dikembangkan. Selain itu, pembangkit listrik dengan energi terbarukan ini akan menyokong banyak kebutuhan listrik di rumah tangga dan industri menengah.

"Sangat banyak kebutuhannya, potensi ikan cukup bagus, nikel. Memang butuh listrik banyak. Secara bertahap dengan kemampuan listriknya, 10 MW dulu dikembangin," tambah Zainal.

Listrik yang dihasilkan dari PLTBm Pertama di Indonesia ini diprediksikan akan dijual dengan harga Rp1.300 per watt.

"Menurut Peraturan Menteri (Permen) itu kira-kira Rp1.300 per watt, dan akan dibeli PLN," tukasnya.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak