Kejar Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Wamen BUMN Minta PMN Rp3,2 Triliun
Rabu, 02 November 2022 - 13:01 WIB
loading...
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dipastikan rampung pada 2023 yang diperkirakan antara Juni atau Agustus 2023 tahun depan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dipastikan rampung pada 2023 yang diperkirakan antara Juni atau Agustus tahun depan. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menyebutkan, penyelesaian pembangunan KCJB selambat-lambatnya selesai pada Agustus 2023.
"Insya Allah selesai pada Juni 2023 atau selambat-lambatnya Agustus 2023," ungkap Wamen BUMN Tiko saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, dikutip Rabu (2/11/2022).
Baca Juga: Kereta Cepat akan Sampai Surabaya, Menhub Ungkap Rutenya
Menurutnya, Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebesar Rp3,2 triliun akan membantu penyelesaian mega proyek tersebut. "Dengan dana Rp3,2 triliun proyek ini akan selesai dan saat ini sedang disusun jadwal detail hingga ke operasional," ucap Tiko.
Suntikan dana segar itu pun sekaligus menutupi pembengkakan anggaran atau cost overrun Kereta Cepat Jakarta Bandung yang tercatat sementara berada di angka USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun.
Selain melalui PMN, Kementerian BUMN sebelumnya telah mengkonfirmasi bila cost overrun KCJB juga akan ditambal dari pinjaman (loan) atau utang di perbankan.
Adapun rinciannya, 25% dari total cost overrun ditutupi oleh konsorsium Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.
"Insya Allah selesai pada Juni 2023 atau selambat-lambatnya Agustus 2023," ungkap Wamen BUMN Tiko saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, dikutip Rabu (2/11/2022).
Baca Juga: Kereta Cepat akan Sampai Surabaya, Menhub Ungkap Rutenya
Menurutnya, Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebesar Rp3,2 triliun akan membantu penyelesaian mega proyek tersebut. "Dengan dana Rp3,2 triliun proyek ini akan selesai dan saat ini sedang disusun jadwal detail hingga ke operasional," ucap Tiko.
Suntikan dana segar itu pun sekaligus menutupi pembengkakan anggaran atau cost overrun Kereta Cepat Jakarta Bandung yang tercatat sementara berada di angka USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun.
Selain melalui PMN, Kementerian BUMN sebelumnya telah mengkonfirmasi bila cost overrun KCJB juga akan ditambal dari pinjaman (loan) atau utang di perbankan.
Adapun rinciannya, 25% dari total cost overrun ditutupi oleh konsorsium Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.
Lihat Juga :