alexametrics

Prudential Indonesia Bayar Klaim Rp7,7 Triliun

loading...
Prudential Indonesia Bayar Klaim Rp7,7 Triliun
Prudential Indonesia bayar klaim Rp7,7 triliun. Foto: Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Prudential Indonesia pada kuartal III tahun ini membayar total klaim dan manfaat sebesar Rp7,7 triliun, naik 22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara bila dilihat tanpa jumlah penarikan polis (withdrawal), penutupan polis atau polis yang telah berakhir (surrender or maturity), Prudential Indonesia membayarkan klaim sebesar Rp2,1 triliun atau naik 24% dari periode yang sama tahun lalu.

"Hal ini menunjukkan komitmen Prudential Indonesia dalam menyediakan perlindungan jangka panjang untuk keluarga Indonesia," ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia Rinaldi Mudahar, Jumat (19/12/2014).



Prudential Indonesia juga melanjutkan sejumlah investasi penting dalam pengembangan layanan untuk nasabah.

Pada kuartal III/2014, Kantor Pemasaran Mandiri Prudential Indonesia telah bertambah menjadi total 379 kantor di berbagai kota di Indonesia, guna memberikan pelayanan yang baik dan menjangkau lebih banyak nasabah.

Jumlah tenaga pemasar juga bertambah menjadi lebih dari 213 ribu orang yang melayani lebih dari 2,3 juta nasabah.

Dia melanjutkan, industri asuransi jiwa merupakan salah satu pondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara, dengan memberikan perlindungan jangka panjang untuk keluarga Indonesia di setiap tahap hidup mereka dan memberikan ketenangan pada saat mereka berusaha meraih tujuan keuangan.

Saat ini, penetrasi pasar asuransi jiwa di Indonesia masih rendah, hanya sekitar 5% masyarakat yang memiliki asuransi jiwa individual dari total populasi.

“Kami percaya bahwa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan masa depan mereka adalah tugas kami," tandas dia.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak