Batu Bara Jadi Penyelamat Indonesia dari Ancaman Resesi

Kamis, 17 November 2022 - 16:26 WIB
loading...
Batu Bara Jadi Penyelamat...
Chief Financial Officer Asia Orica Mining Services, Velisia Gunawan dalam webinar bertajuk Facing The Challenges of Indonesias Mining Industry in 2023 secara virtual, Kamis (17/11/2022).
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 tercatat tumbuh sebesar 5,72 persen secara tahunan (year on year/yoy). Roda ekonomi terus melaju di tengah resesi yang melanda berbagai negara.

"Kecendrungan resesi semakin besar, tidak bisa kita pungkiri lagi. Tapi kondisi perekonomian Indonesia sangat tertolong terutama dari komoditi khususnya di batu bara dan palm oil," kata Chief Financial Officer Asia PT Orica Mining Services, Velisia Gunawan dalam webinar bertajuk "Facing The Challenges of Indonesia's Mining Industry in 2023" secara virtual, Kamis (17/11/2022).

Menurut dia kecenderungan resesi semakin besar. Meskipun demikian, kondisi perekonomian di Indonesia masih sangat terbantu terutama dari komoditas khususnya batubara dan minyak sawit. Adapun komoditas batu bara banyak mencetak laba yang fantastis di tahun 2022. Hal itu akan terus berlanjut pada tahun 2023 mendatang. "Kalau topiknya membahas 2023 di dunia tambang, kita masih prospeknya masih sangat positif," kata Velisia.

Baca Juga: Resesi, Jeff Bezos Sarankan Warga AS Tak Membeli TV dan Mobil

Apalagi, harga komoditas batu bara tetap diperdagangkan pada level yang tinggi. Pada November 2022, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) sebesar USD 308,20 per metrik ton. Sedikit menurun dibandingkan Oktober 2022 yang mencapai 330,98 per metrik ton. Meski demikian, pertambangan masih diandalkan untuk menopang ekonomi 2023.

Dia menilai, salah satu efek dampak dari perang dan pemulihan Covid-19 jika dilihat dari sektor tambang adalah harga batu bara yang sangat menjulang karena geopolitik antara rusia Ukraina, China dan Australia tersebut memicu dan membuat harga batu bara yang sangat tinggi. "Ada beberapa koreksi beberapa bulan terakhir tapi tetap masih kuat dan diprediksi akan terus kuat di tahun 2023," kata dia.

Sebagaimana diketahui, pertambangan batu bara dan lignit tumbuh sebesar 9,41 persen, yang didorong oleh peningkatan permintaan dari luar negeri terhadap batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan. Lebih lanjut, pertambangan bijih logam tumbuh sebesar 9,03 persen, yang didorong oleh meningkatnya produksi tembaga dan emas di distrik mineral Grasberg, Papua. Selain itu, kenaikan juga dikarenakan adanya peningkatan permintaan dari luar negeri terutama untuk komoditi emas dan tembaga.

Baca Juga: IMF Kembali Beri Tanda Bahaya, Prospek Ekonomi Global Semakin Suram

Dia melanjutkan kenaikan harga batu bara di tingkat global berdampak positif pada beberapa provinsi. Misalkan di Sumatera Selatan, sektor pertambangan memiliki share dalam ekonominya 25,88 persen. "Ini kalau kita hitung source of growth-nya pertambangan merupakan terbesar ketiga setelah perdagangan dan industri pengolahan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono di kesempatan berbeda.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Ekspor Sawit hingga...
Ekspor Sawit hingga Batu Bara Harus Lewat BUMN, Prabowo Ingin Selamatkan Rp2.653 Triliun per Tahun
Prabowo Wajibkan Ekspor...
Prabowo Wajibkan Ekspor Batu Bara hingga Sawit Satu Pintu lewat BUMN, Harga Ditentukan RI
Purbaya Incar Windfall...
Purbaya Incar Windfall Tax dari Nikel dan Bea Keluar Batu Bara
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
Rekomendasi
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved