alexametrics

Peran BP Batam Kelola Kawasan FTZ Dinilai Minim

loading...
Peran BP Batam Kelola Kawasan FTZ Dinilai Minim
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menilai peran BP Batam sebagai lembaga pengelola FTZ (free trade zone) masih minim. Foto: Logo/Istimewa
A+ A-
BATAM - Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kota Batam, Eko Firman mengatakan, peran Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas (BP Batam) sebagai lembaga pengelola FTZ (free trade zone) dalam mendorong sektor riil masih minim.

BP Batam dinilai terlalu fokus memerankan lembaga birokrasi perizinan sehingga belum merefleksikan pendewasaan lembaga pemerintah yang seharusnya ikut mendorong sektor UKM di dalam negeri sebagai dimensi baru FTZ.

Menurutnya, pengelolaan kawasan FTZ bagi UKM dalam negeri di kawasan ini belum merefleksikan dukungan untuk sektor tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batam.



"Ke depan peran BP Batam harus bisa menyentuh sektor riil. Mungkin bisa berperan ke arah UKM dan ke masyarakat," ujar Eko, Jumat (2/1/2014).

Dia menyebutkan, BP Batam bisa membangun kawasan khusus industri untuk klusterisasi UKM atau IKM dalam negeri. Penyediaan kawasan khusus itu bisa mendukung pertumbuhan industri kecil sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

Adapun jenis UKM tersebut bisa berbentuk industri pendukung bagi industri utama yang ada di kawasan ini. Sehingga, lokasinya pun bisa berdekatan dengan kawasan industri atau lokasi pabrik sebagai lokasi penyangga industri utama.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak