alexametrics

Investor Asing Terancam Berpaling dari FTZ Batam

loading...
Investor Asing Terancam Berpaling dari FTZ Batam
Apindo Kepulauan Riau mengatakan, investor bisa berpaling dari FTZ Batam jika masalah perburuhan tidak diselesaikan. Foto: Istimewa
A+ A-
BATAM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau mengatakan, investor bisa berpaling dari Free Trade Zone (FTZ) Batam jika masalah perburuhan dan korelasi upah minimum dengan produktivitas tidak diselesaikan.

"Upah kita sekarang tertinggi ketiga di ASEAN di atas Vietnam serta Kamboja. Sementara produktivitas hanya nomor lima. Kita harus hati-hati dengan masalah ini," ujar Ketua Umum Apindo Kepri, Cahya usai peresmian Kantor PT Citra Shipyard dan empat kapal milik Pertamina di Sagulung, Kamis (8/1/2015).

Apindo berpendapat seharusnya ada peninjauan ulang dalam besaran upah minimum kota Batam yang dalam beberapa tahun terakhir terus bertambah, sehingga berujung menjadi beban baru bagi investor.



Mereka bisa saja lebih memilih negara lain, seperti Vietnam jika dirasa lebih menguntungkan ketimbang FTZ Batam dari segi upah, insentif dan kondusivitas.

Di samping itu juga kerap muncul masalah perburuhan yang masih menghantui hubungan industrial antara perusahaan dan pekerja yang berulang-ulang meruncing.

Cahya menilai aksi pekerja berupa pemblokiran, mogok kerja hingga penahanan aset dan produksi yang terjadi baru-baru ini di PT Sanmina SCI dan PT Siemens juga menciptakan imej negatif bagi FTZ Batam.

"Saya pikir peran dari serikat pekerja melenceng. Kalau seperti ini terus investor takut semua dan saya sesalkan dilakukan terhadap investor asing. Padahal, kita butuh mereka. Jangan sampai aksi ini diboncengi menjelekkan Batam karena akan kacau," tandasnya.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak