alexametrics

Aliran Gas Lapangan Gajah Ditarget Beroperasi April 2015

loading...
Aliran Gas Lapangan Gajah Ditarget Beroperasi April 2015
Pipa transmisi Pulau Pemping-Tanjunguncang dari Lapangan Gajah Baru ke pembangkit di Batam ditargetkan beroperasi April 2015. Foto: Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
BATAM - Pembangunan pipa transmisi Pulau Pemping-Tanjunguncang sepanjang 14,5 km yang mengalirkan gas Lapangan Gajah Baru Blok Natuna Sea Block A ke pembangkit di Batam ditargetkan beroperasi pada April 2015.

Direktur Keuangan PT PLN Batam, Ardian Cholid mengungkapkan, pihaknya membangun pipa tersebut dari titik serah operator Gajah Baru, yaitu Premier Oil. Titik serah pipa bawah laut tersebut sepanjang 4,5 km.

"Yang kami bangun dari titik serah Premier di bawah laut menuju Pemping baru ke Tanjunguncang 14,5 km. Itu sudah selesai, April beroperasi," ujarnya, Jumat (6/2/2015).



Pipa transmisi itu akan mengalirkan gas dari Gajah Baru ke pembangkit listrik di Tanjunguncang. Jika pasokan ini sudah mengalir, kata Ardian, Batam bisa menjadi lumbung energi di Indonesia bagian barat seiring rencana strategis PLN Batam membangun sejumlah proyek pembangkit.

Dia menambahkan, tahun ini PLN Batam akan menambah pasokan listrik sekitar 136 megawatt yang membuat kapasitas cadangan atau reserve margin menjadi 30% dari margin sekarang 15%.

Selain itu, terealisasinya sistem interkoneksi Batam-Bintan juga akan membantu kelistrikan di Kepri. Melalui sistem ini PLN Batam memastikan mulai Juni 2015 pihaknya akan menyalurkan listrik untuk Tanjungpinang pada malam hari. Sementara Tanjungpinang akan memasok Batam pada siang hari.

Ardian optimistis melihat prospek kelistrikan di Kepri. "PLN ikut mewujudkan Kepri sebagai lumbung energi Indonesia barat. Kita penghasil gas kenapa tidak kita manfaatkan. Apalagi Batam satu-satunnya pulau yang dilewati dua pipa gas," jelasnya.

Dia menambahkan untuk memasok energi ke pulau-pulau terluar, seperti Natuna dan Anambas, PLN Batam sudah memiliki CNG Marine atau virtual pipeline. Gas kompres itu diantar dengan landing craft tank ke pulau terpencil dari Panaran.

Sebagai gambaran, sumber gas dari Lapangan Gajah Baru Pipa dialirkan ke pembeli di Singapura. Sementara gas Lapangan Gajah Baru juga akan dialirkan ke Batam dan domestik melalui seksi II dari pipa transmisi Pulau Pemping ke pembangkit di Tanjunguncang.

Pipa itu dibangun oleh konsorsium PT PLN Batam dan PT Universal Batam Energy (UBE) untuk mengaliri kebutuhan gas PLTG 2x30 MW oleh UBE dan PLTGU 2x40 MW oleh PLN Batam yang berlokasi di Tanjunguncang.

Adapun pipa gas seksi I dari pipa bawah laut (Subsea) Tie In West Natuna Transportation System (WNTS) dibangun dari selatan Singapura yakni Pulau Pemping melalui sambungan atau tie in di pulau tersebut sepanjang 6,07 kilometer. Adapun pasokan gas dari Gajah Baru untuk pembangkit listrik di Batam sebesar 40-55 mmcsfd.

Ardian menambahkan tidak seluruh kebutuhan gas pembangkit listrik bisa dipenuhi. Selain gas alam dari Kepri diprioritaskan untuk ekspor, ada persoalan harga yang mungkin belum memenuhi nilai keekonomian jika PT PLN Batam ikut harga sesuai pasar. "Harga di Batam lebih murah 40%-60% dibanding nasional," tegasnya.

Gubernur Kepri M Sani mengatakan pihaknya masih menunggu respon dari Kementerian ESDM mengenai pembahasan kesepakatan alokasi gas.

Dia menyatakan kebutuhan gas alam pada 2014 mencapai 21,36 MMBTUD yang sebagian besar untuk kebutuhan pembangkit listrik. Kebutuhan itu akan meningkat menjadi sekitar 115,32 MMBTUD pada 2035.

"Padahal sebenarnya bisa dipenuhi karena potensi gas Kepri amat melimpah. Setelah dua presiden sudah saya sampaikan, jawaban yang kami terima akan segera dipenuhi permintaan gas dari Natuna. Dan permintaan saat ini mulai ada titik terang" tandasnya.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak