alexametrics

Gelombang Tekanan Belum Akan Berakhir, IHSG Diprediksi Bergerak di 4.789-5.123

loading...
Gelombang Tekanan Belum Akan Berakhir, IHSG Diprediksi Bergerak di 4.789-5.123
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dibayangi oelah tekanan yang datang dari global maupun dalam negeri. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dibayangi oelah tekanan yang datang dari global maupun dalam negeri. Sementara itu sebelumnya pada perdagangan Kamis (10/7) kemarin, bursa saham Tanah Air tergelincir ke zona merah usai turun tipis 23,38 poin atau 0,46% ke 5.052.

(Baca Juga: Jokowi: Jika Ekonomi Tak Jalan, Imunitas Rakyat Turun dan Penyakit Gampang Masuk)

Analisis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG terlihat sedang terkonsolidasi pasca mengalami kenaikan dalam beberapa hari sebelumnya. "Sedangkan gelombang tekanan terlihat belum akan berakhir," ujar William di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Dia melanjutkan, sentimen dari fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas, dan masih terjadinya capital outflow secara ytd turut membayangi pergerakan IHSG, hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi. "IHSG bergerak 4.789-5.123," jelasnya.



Berikut menu saham hari ini yang bisa menjadi pilihan yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), WIKA (PT. Wijaya Karya Tbk), ASRI (PT Alam Sutera Realty Tbk.) dan AALI (PT Astra Agro Lestari Tbk). Selanjutnya ada ROTI (PT Nippon Indosari Corpindo Tbk), ACES (PT Ace Hardware Indonesia Tbk.) dan KLBF (PT Kalbe Farma Tbk.).

(Baca Juga: IHSG Tergelincir di Akhir Sesi, Bursa China Memimpin Kilau Asia)



Di sisi lain sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II akan minus di angka 3,8%. Hal ini terjadi akibat pandemi corona yang berkepanjangan dan terus meningkat, tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan tetapi juga merambat hingga perekonomian nasional.

"Ini saya berikan contoh saja, urusan ekonomi dulu. Kuartal I, pertumbuhan kita hanya muncul di angka 2,97. Di kuartal II kita perkirakan sudah berada di minus, growth kita minus 3,8 kurang lebih, ini baru prediksi karena hitung-hitungannya belum keluar," ucapnya saat mengunjungi Posko Penanganan Covid-19 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top