alexametrics

Desa Tidak Kreatif Akan Sia-siakan Dana Rp20 T

loading...
Desa Tidak Kreatif Akan Sia-siakan Dana Rp20 T
Dana pembangunan desa sebesar Rp20 triliun berpotensi sia-sia jika diberikan terhadap desa tidak kreatif. Foto: Dok/Sindo
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Senior Didik J Rachbini mengatakan, dana pembangunan desa sebesar Rp20 triliun berpotensi sia-sia jika diberikan terhadap desa yang tidak kreatif. Mereka hanya akan menyia-nyiakan anggaran negara yang begitu besar.

Dia mengatakan, anggaran sebesar Rp1,4 miliar akan digelontorkan ke setiap desa per tahun. Melalui dana tersebut diharapkan pembangunan ekonomi di desa bisa berjalan.

"Desa-desa yang tidak punya pranata ekonomi, dana yang diberikan tidak bergerak, tidak tumbuh apa-apa. Tapi di desa kreatif itu bisa jadi irigasi, jalan, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi," terang Didik di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (14/2/2015).‎



Menurut Didik, jika anggaran tersebut diberikan kepada desa yang tidak kreatif akan menimbulkan konflik dalam pemerintahan desa terkait pengelolaan anggaran yang yang tidak semestinya.

"Tidak semua kepala desa kreatif. Jadi ada kepala desa yang kreatif dan ada yang tidak kreatif. Jika dikelola kepala desa yang tidak kreatif maka dana itu akan mati," tuturnya.

Di sisi lain, lanjut Didik, jika anggaran tersebut jatuh pada desa yang kreatif maka dari anggaran tersebut akan menciptakan zona ekonomi baru di kawasan pedesaan.

"Jika sumber daya desa dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, bukan hanya nilai adat desa yang terbangun namun akan menimbulkan zona ekonomi pedesaan,"‎ tandasnya.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak