Sri Mulyani Ungkap Rokok Sedot Pengeluaran Rumah Tangga Miskin: Rp246.382 per Bulan
Senin, 12 Desember 2022 - 12:56 WIB
loading...
Sri Mulyani mengatakan bahwa rokok menyedot pengeluaran rumah tangga miskin. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa rokok adalah komponen pengeluaran terbesar bagi rumah tangga, baik itu di perkotaan maupun di pedesaan. Rokok masuk di dalam posisi kedua tertinggi.
Baca juga: Rencana Kenaikan Cukai Rokok Elektrik 15% Perlu Ditinjau Ulang
"Ini menimbulkan suatu dilema mengenai cara kita bisa memengaruhi konsumsi rumah tangga agar lebih memprioritaskan barang-barang yang memang lebih bergizi atau lebih dibutuhkan, terutama anak-anak, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi sehat dan produktif, serta baik," ujar Sri Mulyani dalam raker dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (12/12/2022).
Sri mengatakan ada beberapa dampak negatif rokok terhadap rumah tangga. Pertama, peningkatan pengeluaran rokok 1% akan meningkatkan kemungkinan rumah tangga menjadi miskin sebesar 6%. Ini berdasarkan hasil studi PKJS UI di 2018.
"Rumah tangga miskin rata-rata mengeluarkan Rp246.382 per bulannya untuk rokok," sebut Sri.
Baca juga: Rencana Kenaikan Cukai Rokok Elektrik 15% Perlu Ditinjau Ulang
"Ini menimbulkan suatu dilema mengenai cara kita bisa memengaruhi konsumsi rumah tangga agar lebih memprioritaskan barang-barang yang memang lebih bergizi atau lebih dibutuhkan, terutama anak-anak, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi sehat dan produktif, serta baik," ujar Sri Mulyani dalam raker dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (12/12/2022).
Sri mengatakan ada beberapa dampak negatif rokok terhadap rumah tangga. Pertama, peningkatan pengeluaran rokok 1% akan meningkatkan kemungkinan rumah tangga menjadi miskin sebesar 6%. Ini berdasarkan hasil studi PKJS UI di 2018.
"Rumah tangga miskin rata-rata mengeluarkan Rp246.382 per bulannya untuk rokok," sebut Sri.
Lihat Juga :