Apresiasi kepada BUMN Konstruksi yang Garap Dua Proyek Infrastruktur Vital
Selasa, 20 Desember 2022 - 21:12 WIB
loading...
PT Indra Karya (Persero) menyabet dua penghargaan jasa konstruksi 2022 dari Kementerian PUPR. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Indra Karya (Persero) menyabet dua penghargaan jasa konstruksi 2022 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) untuk kategori sumber daya air sebagai konsultan pengawas dalam pembangunan Bendungan Temef dan Ciujung Priority Civil Work.
Baca juga: Kementerian PUPR Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bendungan Temef merupakan salah satu bendungan yang menjadi proyek strategis nasional (PSN) yang terletak di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, Ciujung Priority Civil Work merupakan proyek pembangunan tanggul Sungai Ciujung yang saat 2013 lalu pernah menggenangi 19.674 rumah dan membuat 50.527 orang mengungsi.
“Penghargaan dari Kementerian PUPR amat penting bagi kami untuk menjadi pemicu terus tumbuh sebagai konsultan konstruksi yang terbaik,” ujar Direktur Utama Indra Karya, Gok Ari Joso Simamora, Selasa (20/12/2022).
Saat ini, Bendungan Temef tengah mengalami percepatan pembangunan agar pelaksanaan pengisian awal bendungan (impounding) yang ditargetkan pada akhir 2023 bisa tercapai, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat TTS dan sekitarnya.
Bendungan Temef sendiri merupakan bendungan multipurpose dengan kemampuan kapasitas tampungan sebesar 45,785 juta m3 dan luas genangan 297,78 ha.
Fungsi bendungan ini nantinya meliputi penyediaan air irigasi seluas 4.500 ha, penyediaan air baku sebesar 131 liter/det, penyediaan energi dengan kapasitas 2 x 1 MW dan pengendalian banjir di Kabupaten Malaka.
Baca juga: Kementerian PUPR Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bendungan Temef merupakan salah satu bendungan yang menjadi proyek strategis nasional (PSN) yang terletak di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, Ciujung Priority Civil Work merupakan proyek pembangunan tanggul Sungai Ciujung yang saat 2013 lalu pernah menggenangi 19.674 rumah dan membuat 50.527 orang mengungsi.
“Penghargaan dari Kementerian PUPR amat penting bagi kami untuk menjadi pemicu terus tumbuh sebagai konsultan konstruksi yang terbaik,” ujar Direktur Utama Indra Karya, Gok Ari Joso Simamora, Selasa (20/12/2022).
Saat ini, Bendungan Temef tengah mengalami percepatan pembangunan agar pelaksanaan pengisian awal bendungan (impounding) yang ditargetkan pada akhir 2023 bisa tercapai, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat TTS dan sekitarnya.
Bendungan Temef sendiri merupakan bendungan multipurpose dengan kemampuan kapasitas tampungan sebesar 45,785 juta m3 dan luas genangan 297,78 ha.
Fungsi bendungan ini nantinya meliputi penyediaan air irigasi seluas 4.500 ha, penyediaan air baku sebesar 131 liter/det, penyediaan energi dengan kapasitas 2 x 1 MW dan pengendalian banjir di Kabupaten Malaka.
Lihat Juga :