Jelang Pergantian Tahun, Pengembang Pasang Target Optimistis di 2023
Senin, 26 Desember 2022 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Sales & Marketing Director Citra Swarna Group Suryanti Agustinar menjelaskan, sepanjang 2022 perseroran mampu membukukan penjualan sebanyak 1.500 unit rumah dari empat proyek yang dikembangkan perseroan di Bekasi, Karawang, dan Tangerang, Banten. "Kami meyakini, kehadiran dua proyek baru di tahun depan tentu akan memperbesar peluang untuk mencapai peningakatan bisnis perseroan," kata Yanti, sapaan akrabnya.
Optimisme bisnis Citra Swarna Group pada tahun depan memang cukup beralasan. Selain kondisi ekonomi Indonesia cukup kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,4%, kebutuhan masyarakat akan properti terutama hunian juga terbilang masih tinggi. Ini seiring dengan backlog (kesenjangan antara supply dan kebutuhan hunian) yang masih menganga di angka 12,7 juta per tahun 2022.
Menurut Yanti, hingga saat ini segmentasi pasar properti terutama residensial terbesar di Tanah Air masih berasal dari golongan masyarakat menengah. Buktinya, dari total rumah yang terjual itu mayoritas menyasar segmen pasar menengah, khususnya keluarga muda dan generasi milenial dengan kisaran harga Rp500 jutaan per unit.
"Daya beli masyarakat di segmen ini memang masih cukup kuat. Karena itu, sebagai langkah strategis ke depan Citra Swarna Group masih akan fokus mengembangkan proyek-proyek hunian dengan segmentasi pasar menengah," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Finance Director Citra Swarna Group Darwin Manurung mengatakan, pencapain bisnis sepanjang 2022 juga ditopang oleh kondisi keuangan perseroan yang sangat sehat. Ini dibuktikan dengan rasio utang terhadap kecukupan modal yang masih relatif kecil. Tidak heran, bila pemanfaatan Kredit Yasa Griya (KYG) dari perbankan untuk kebutuhan modal kerja pembangunan proyek hingga kini masih tergolong minim.
Darwin menyebut, hal itu menjadi modal yang kuat bagi perseroan untuk melakukan akselerasi bisnis. "Selain menambah jumlah proyek hunian yang dikembangkan, kami juga akan membangun properti komersial seperti pusat perbelanjaan, hotel, dan perkantoran yang dikelola sendiri," jelasnya.
Optimisme bisnis Citra Swarna Group pada tahun depan memang cukup beralasan. Selain kondisi ekonomi Indonesia cukup kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,4%, kebutuhan masyarakat akan properti terutama hunian juga terbilang masih tinggi. Ini seiring dengan backlog (kesenjangan antara supply dan kebutuhan hunian) yang masih menganga di angka 12,7 juta per tahun 2022.
Menurut Yanti, hingga saat ini segmentasi pasar properti terutama residensial terbesar di Tanah Air masih berasal dari golongan masyarakat menengah. Buktinya, dari total rumah yang terjual itu mayoritas menyasar segmen pasar menengah, khususnya keluarga muda dan generasi milenial dengan kisaran harga Rp500 jutaan per unit.
"Daya beli masyarakat di segmen ini memang masih cukup kuat. Karena itu, sebagai langkah strategis ke depan Citra Swarna Group masih akan fokus mengembangkan proyek-proyek hunian dengan segmentasi pasar menengah," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Finance Director Citra Swarna Group Darwin Manurung mengatakan, pencapain bisnis sepanjang 2022 juga ditopang oleh kondisi keuangan perseroan yang sangat sehat. Ini dibuktikan dengan rasio utang terhadap kecukupan modal yang masih relatif kecil. Tidak heran, bila pemanfaatan Kredit Yasa Griya (KYG) dari perbankan untuk kebutuhan modal kerja pembangunan proyek hingga kini masih tergolong minim.
Darwin menyebut, hal itu menjadi modal yang kuat bagi perseroan untuk melakukan akselerasi bisnis. "Selain menambah jumlah proyek hunian yang dikembangkan, kami juga akan membangun properti komersial seperti pusat perbelanjaan, hotel, dan perkantoran yang dikelola sendiri," jelasnya.
Lihat Juga :