Luhut Tak Ingin Negara Indonesia Terkenal karena OTT, Begini Alasannya
Rabu, 28 Desember 2022 - 11:14 WIB
loading...
Terungkap alasan kenapa Luhut Binsar Pandjaitan tidak suka dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait ramainya perbincangan mengenai dirinnya yang tidak senang adanya Operasi Tangkap Tangan atau OTT KPK . Luhut mengatakan, bahwa sebenarnya, pemerintah Indonesia tidak menginginkan Indonesia dikenal sebagai negara dengan OTT terbsesar.
"Sebenarnya kita tidak ingin negara kita ini masih masuk negara yang OTT, kalau kita semua lihat negara-negara maju bermartabat itu hampir tidak ada yang OTT," kata Luhut dalam acara Green Port Awarding 2022 yang dipantau secara virtual, Rabu (28/12/2022).
Baca Juga: Luhut Punya Permintaaan ke KPK, Sebut OTT Engga Bikin Kapok
Daripada melakukan OTT, Luhut lebih menekankan untuk membenahi sistem yang ada. Sehingga tindakan korupsi tidak terjadi lagi. "Sekarang kita membangun sistem supaya tidak ada lagi ke depan orang yang terlibat dalam perbuatan-perbuatan tidak terpuji tadi karena sistemnya bagus," jelasnya.
"Semua kita lakukan mengarah kepada digitalisasi. Digitalisasi itu membangun satu sistem untuk tidak bisa kita membuat hal-hal yang tidak kita inginkan. Karena negara yang bermartat, negara yang maju itu membangun sistem digitalisasi," tambahnya.
"Sebenarnya kita tidak ingin negara kita ini masih masuk negara yang OTT, kalau kita semua lihat negara-negara maju bermartabat itu hampir tidak ada yang OTT," kata Luhut dalam acara Green Port Awarding 2022 yang dipantau secara virtual, Rabu (28/12/2022).
Baca Juga: Luhut Punya Permintaaan ke KPK, Sebut OTT Engga Bikin Kapok
Daripada melakukan OTT, Luhut lebih menekankan untuk membenahi sistem yang ada. Sehingga tindakan korupsi tidak terjadi lagi. "Sekarang kita membangun sistem supaya tidak ada lagi ke depan orang yang terlibat dalam perbuatan-perbuatan tidak terpuji tadi karena sistemnya bagus," jelasnya.
"Semua kita lakukan mengarah kepada digitalisasi. Digitalisasi itu membangun satu sistem untuk tidak bisa kita membuat hal-hal yang tidak kita inginkan. Karena negara yang bermartat, negara yang maju itu membangun sistem digitalisasi," tambahnya.
Lihat Juga :