IATA Akan Terus Tingkatkan Kinerja Gemilang di 2023
Kamis, 05 Januari 2023 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
Setelah perseroan menyelesaikan proses hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD atau rights issue) pada November 2022, akuisisi telah dibayarkan lunas sehingga ekuitas menjadi positif dan PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) resmi mengantongi 44,1% saham IATA.
IATA menorehkan pendapatan sebesar USD166,6 juta hingga November 2022 melonjak 130,2% year on year (yoy) dari USD72,4 juta tahun lalu. Angka tersebut mengalahkan kinerja FY-2021 dengan selisih yang signifikan, yaitu meningkat 110,5% dibandingkan dengan keseluruhan kinerja 2021 sebesar USD79,1 juta.
Hal tersebut menjadikan laba bersih IATA naik 100,1% yoy dari USD22,9 juta pada 11M2021 menjadi USD45,8 juta pada 11M-2022. Bahkan dibandingkan dengan FY-2021, kinerja 11M-2022 IATA jauh mendominasi.
Kinerja gemilang IATA tidak lepas dari langkah manajemen menajamkan fokus investasi di sektor energi. Perseroan masih akan terus menggenjot produksi, memanfaatkan momentum tingginya permintaan dan harga batu bara di pasar internasional. Untuk proyeksi tahun 2023, produksi batu bara IATA ditargetkan melebihi 7 juta MT.
IATA menorehkan pendapatan sebesar USD166,6 juta hingga November 2022 melonjak 130,2% year on year (yoy) dari USD72,4 juta tahun lalu. Angka tersebut mengalahkan kinerja FY-2021 dengan selisih yang signifikan, yaitu meningkat 110,5% dibandingkan dengan keseluruhan kinerja 2021 sebesar USD79,1 juta.
Hal tersebut menjadikan laba bersih IATA naik 100,1% yoy dari USD22,9 juta pada 11M2021 menjadi USD45,8 juta pada 11M-2022. Bahkan dibandingkan dengan FY-2021, kinerja 11M-2022 IATA jauh mendominasi.
Kinerja gemilang IATA tidak lepas dari langkah manajemen menajamkan fokus investasi di sektor energi. Perseroan masih akan terus menggenjot produksi, memanfaatkan momentum tingginya permintaan dan harga batu bara di pasar internasional. Untuk proyeksi tahun 2023, produksi batu bara IATA ditargetkan melebihi 7 juta MT.
Lihat Juga :