Krisis Global di Depan Mata, Bahlil Pikul Beban Berat Cari Investasi Rp1.400 Triliun
Senin, 09 Januari 2023 - 22:57 WIB
loading...
Menteri Investasi atau Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, target investasi Rp1.400 triliun di tahun 2023 merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, target investasi Rp1.400 triliun di tahun 2023 merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Alasannya tidak lain karena ancaman krisis global yang membayangi.
"Target ini merupakan suatu pekerjaan yang tidak gampang. Ini pekerjaan yang sangat berat sekali. Kenapa saya katakan sangat berat, karena krisis ekonomi global ini di depan mata," ungkap Menteri Bahlil di Kabupaten Badung, Bali, dilansir dari Antara, Senin (9/1/2023).
Baca Juga: Kejar Investasi Rp1.400 Triliun, Bahlil: Saya Belum Menemukan Teori Ekonomi, Anggaran Turun Target Naik
Menurut Bahlil, pandemi Covid-19 yang masih dalam masa pemulihan, ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang berakibat pada krisis pangan dan energi telah berdampak ke berbagai negara termasuk Indonesia dan dapat mempengaruhi angka investasi.
"Jadi kalau saya ditanya apakah optimis dengan target Rp1.400 triliun, saya katakan bahwa ekonomi Indonesia itu baik tapi ekonomi global itu tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa pesimis. Kita harus optimis, tapi optimis yang realistis," ujarnya.
"Target ini merupakan suatu pekerjaan yang tidak gampang. Ini pekerjaan yang sangat berat sekali. Kenapa saya katakan sangat berat, karena krisis ekonomi global ini di depan mata," ungkap Menteri Bahlil di Kabupaten Badung, Bali, dilansir dari Antara, Senin (9/1/2023).
Baca Juga: Kejar Investasi Rp1.400 Triliun, Bahlil: Saya Belum Menemukan Teori Ekonomi, Anggaran Turun Target Naik
Menurut Bahlil, pandemi Covid-19 yang masih dalam masa pemulihan, ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang berakibat pada krisis pangan dan energi telah berdampak ke berbagai negara termasuk Indonesia dan dapat mempengaruhi angka investasi.
"Jadi kalau saya ditanya apakah optimis dengan target Rp1.400 triliun, saya katakan bahwa ekonomi Indonesia itu baik tapi ekonomi global itu tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa pesimis. Kita harus optimis, tapi optimis yang realistis," ujarnya.
Lihat Juga :