alexametrics

Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Rp2,43 Triliun

loading...
Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Rp2,43 Triliun
Anak usaha ABM Investama raih kontrak Rp2,43 triliun. Foto: Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya PT Cipta Kridatama (CK) meraih kontrak baru jasa pertambangan senilai lebih dari USD187 juta atau setara Rp2,43 triliun (kurs Rp13.000/USD) dari PT Adidaya Tangguh.

Presiden Direktur CK Irfan Setiaputra mengatakan, kontrak kerja yang berlaku hingga 2023 merupakan kontrak pertama CK di sektor pertambangan mineral bijih besi.

Melalui kontrak tersebut, CK akan memberikan layanan jasa pertambangan, seperti pengupasan lahan (overburden removal), pengangkutan bijih besi serta penyewaan alat berat di tambang bijih besi Adidaya Tangguh yang terletak di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.



Selama masa kontrak, CK ditargetkan mampu meraih produksi pengupasan lapisan pucuk tanah dan tanah penutup lebih dari 13 juta bcm dan menyewakan alat untuk produksi bijih besi lebih dari 21 juta metrik ton (MT), yang terletak di areal tambang seluas 100 hektare (ha). Bijih besi tersebut akan dilanjutkan pengolahannya di pabrik pengolahan bijih besi di Pulau Taliabu.

"Kontrak baru dengan Adidaya Tangguh menjadi kontrak pionir CK pada sektor nonbatu bara, khususnya di bidang pertambangan bijih besi," kata Irfan dalam rilisnya, Selasa (21/4/2015).

Keberhasilan ini merupakan langkah strategis, perseroan untuk tetap menjaga kinerja positif perusahaan di tengah industri batu bara yang masih belum menguat sekaligus untuk membuka peluang lebih besar bagi CK untuk memberikan jasa bagi lebih banyak klien di sektor pertambangan mineral lainnya.

Dengan ditopang oleh ABM Investama sebagai induk usahanya, CK memiliki fundamental bisnis yang solid. Perusahaan yang berdiri pada 1997 tersebut merupakan salah satu pemain utama di bisnis jasa pertambangan Indonesia.

Untuk memperkuat bisnisnya, CK sejak 2013 mulai melakukan diversifikasi ke sektor jasa konstruksi, seperti konstruksi infrastruktur tambang, jalan tol, bendungan serta minyak dan gas (migas).

Upaya memperluas portofolio juga dilakukan dengan menengok bidang usaha lain dengan kompetensi serupa yang dimiliki saat ini, peluang di bidang pertambangan nonbatu bara.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak