Ini Perkiraan Penerimaan Pajak 2015 versi BKF

Rabu, 02 Desember 2015 - 18:46 WIB
Ini Perkiraan Penerimaan...
Ini Perkiraan Penerimaan Pajak 2015 versi BKF
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suahasil Nazara mengungkapkan, outlook penerimaan pajak tahun ini diperkirakan tembus 85-86%, meskipun Sigit Priadi Pramudito (mantan Dirjen Pajak) menyebutkan hanya mampu mencapai 80-82%.

Adapun pemerintah telah mencanangkan target pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp1.294,6 triliun.

"Ya beda 1-2% sama Pak Sigit enggak apa-apa lah. Kan memang kondisinya sekarang sedang melambat," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/12/2015)

Suahasil menuturkan, kondisi penerimaan pajak tahun ini memang lambat imbas dari ekonomi global. Selain itu, ada beberapa poin yang krusial mempengaruhi penerimaan pajak. (Baca: Dirjen Pajak Sigit Pramudito Mengundurkan Diri)

"Pertumbuhan ekonomi, kalau tahun lalu kan 5%. Tahun ini katakan 4,8%, masih tumbuh, cuma lebih rendah. Pertumbuhan ekonomi bagaimanapun juga fungsi dari transaksi, dan jumlah dari transaksi pasti mengecil, itu PPN lah kena imbasnya. Kemudian harga komoditas dunia juga mempengaruhi," kata Suahasil. (Baca: Ini Isi Pesan Singkat Sigit Pramudito Mengundurkan Diri)

Selain itu, reformasi dalam administrasi perpajakan masih harus digenjot. Misalnya, lanjut Suahasil, dengan ekstensifikasi masih harus diperbaiki.

"Jadi PR-nya berlanjut terus ini ya. Karena banyak kelompok masyarakat kita yang belum membayar pajak dengan benar. Bahkan, ada yang belum masuk sistem pajak, yang sudah masuk, tapi belum bayar pajak dengan benar, juga ada," terangnya.

Kemudian soal policy, kebijakan untuk Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) pasti akan berimbas ke konsumsi masyarakat. Bahkan, menghilangkan PPNBM juga berimbas ke sana. (Baca: Target Ketinggian, Shortfall Pajak Tak Terhindarkan)

"Memang dengan negara yang besar, efeknya kecil sekali. Tapi, yang penting adalah reformasi pajaknya. Ini berlanjut terus. Terlepas dari performa hasil pengumpulan pajak tahun ini. Reformasi kan enggak akan selesai setahun. Tapi ada penetapan target pajak 2015," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
2 jam yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
2 jam yang lalu
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
3 jam yang lalu
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved