Pemerintah Disarankan Pangkas Target Proyek Listrik Jadi 25.000 MW

Senin, 29 Agustus 2016 - 00:17 WIB
Pemerintah Disarankan...
Pemerintah Disarankan Pangkas Target Proyek Listrik Jadi 25.000 MW
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Kepala Unit Percepatan Pembangunan Pengendalian Ketenagalistrikan Nasional (UPK3N) Agung Wicaksono masih meragukan keberhasilan megaproyek listrik 35.000 megawatt (MW). Dia pun menyarankan agar target proyek listrik 35.000 MW dipangkas menjadi 25.000 MW.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada awal 2016, setidaknya terdapat 12.000 MW pembangkit yang tidak akan tercapai pada 2019. Keraguan datang salah satunya didasari oleh batalnya lelang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5 yang berkapasitas 2x1.000 MW. Jika lelang proyek PLTU Jawa 5 dibatalkan maka proyeknya tidak akan selesai pada 2019.

"Sudah kita evaluasi di awal 2016 ada 12.000 MW pembangkit di 2019 tidak akan tercapai. Lelang PLTU 2.000 MW dibatalkan, buat kita sudah tercium indikasi bahwa sulit," ujar Agung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (28/8/2016).

(Baca: Diserahkan Swasta, Proyek Listrik 35.000 MW Mandek)

Menurutnya, perencanaan pengadaan pembangkit sebesar 18.000 MW yang harusnya tuntas tahun ini tidak akan terkejar. Diperkirakan, pengadaan baru akan tuntas pada kuartal III atau kuartal IV 2017.

"Sekarang kita lihat perencanaan pengadaan yang harusnya tuntas 18.000 MW enggak akan kekejar. Saya lihat dari market bahwa pengadaan akan tuntas kuartal III dan IV 2017, dan 2018 financial closing. Kalau semua lancar 2019 akan mulai terbangun semuanya," imbuh dia.

Sebab itu, Agung menyarankan sebaiknya pemerintah memangkas target megaproyek tersebut menjadi sekitar 25.000 MW. Apalagi, membangun infrastruktur kelistrikan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

(Baca: DPR: Pemerintah Jangan Gengsi Revisi Target Proyek Listrik 35.000 MW)

"‎Awal tahun itu 12.000 MW itu meleset. Jadi kurangi saja dengan 25.000 MW. ada frase yang tidak bisa ditawar seperti pembangunan infrastruktur, PLTU butuh empat bulan. Belum lagi gas," tuturnya.

Agung menambahkan, untuk mencapai target kelistrikan 35.000 MW maka pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan adalah 6% hingga 7%, dan dengan pertumbuhan listrik 8%. "‎Tapi tahun 2015 hanya 1,5% dari target 7%. Jadi ada keterlambatan dari segi target, tapi ada perlambatan pertumbuhan permintaan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
5 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
5 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
5 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
6 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
6 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved