alexa snippet

China Meminta Amerika Serikat Menghormati WTO

China Meminta Amerika Serikat Menghormati WTO
China meminta Amerika Serikat menghormati aturan tarif dalam WTO. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Republik Rakyat China meminta Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden terpilih Donald Trump untuk mempertahankan aturan tarif dalam World Trade Organization. China menambahkan mereka akan mempertahankan hak-haknya di bawah aturan WTO seiring dengan rencana Trump memberlakukan bea masuk 45% atas barang buatan China.

Melansir dari Huffington Post, Kamis (24/11/2016), perwakilan perdagangan internasional dari China, Zhang Xiangchen meminta AS untuk menghormati WTO dan membantah tudingan bahwa China melakukan manipulasi mata uang untuk meraih keuntungan dalam perdagangan bebas.

“Kami meminta jika Trump resmi menjadi presiden, bahwa Amerika Serikat harus menghormati kewajibannya sebagai anggota Organisasi Perdagangan Dunia. Dan sebagai anggota WTO, China juga memiliki hak untuk menjamin hak-haknya sebagai anggota WTO,” ujar Zhang dalam pertemuan perdagangan China dan AS di Washington.

Mengutip dari Reuters, Kamis (24/11), terkait soal hak-hak di WTO, China sendiri tidak merinci langkah-langkah apa yang akan mereka lakukan untuk melindungi hak-haknya di bawah WTO.

Trump sendiri mengatakan bahwa Negeri Mao Tse-tung itu telah “menjajah AS” dalam perdagangan dengan memanipulasi mata uang, sehingga barang-barang China menjadi lebih murah dan membanjiri pasar AS. Sedangkan China kerap memberi barrier bagi masuknya produk-produk AS.

Trump yang akan ambil sumpah pada 20 Januari 2017, kembali menegaskan siap menerapkan bea masuk 45% bagi barang China guna melindungi produk-produk AS.

Dalam perjanjian perdagangan global melarang anggota secara sepihak menaikkan tarif di atas tingkat yang telah mereka sepakati. Dan mereka harus mempertahankan aturan WTO tersebut.

Global Times, media yang dikelola oleh Partai Komunis China memperingatkan bahwa kebijakan Trump soal bea masuk 45% akan melumpuhkan perdagangan bilateral AS dengan China.

Adapun Zhang mengatakan China tidak peduli soal perubahan kepemimpinan di Amerika. Dan kepentingan ekonomi bersama antara AS dan China jauh lebih besar daripada perbedaan pendapat selama ini. Zhang pun menandaskan bawah China dan AS harus terus bekerja sama.



(ven)
dibaca 7.408x
loading gif
Top