Harga Emas Antam Jatuh Lagi Rp2.000/Gram

Rabu, 16 Juli 2014 - 09:33 WIB
Harga Emas Antam Jatuh...
Harga Emas Antam Jatuh Lagi Rp2.000/Gram
A A A
JAKARTA - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ketiga pekan ini jatuh lagi Rp2.000 setelah kemarin anjlok Rp6.000 per gram. Koreksi ini seiring turunnya harga emas dunia.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Rabu (16/7/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol pada harga Rp531.000 per gram dari sebelumnya Rp533.000 per gram.

Sementara harga beli kembali (buyback) emas perseroan juga turun dengan nominal sama menjadi Rp476.000 per gram dari sebelumnya di harga Rp478.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.022.000, dengan harga per gram Rp511.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.515.000 dengan harga Rp505.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.008.000 dengan harga per gram Rp502.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.510.000 dengan harga per gram dihargai Rp502.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.970.000, dengan harga per gram Rp497.000.

Harga emas 25 gram Rp12.350.000 dengan harga per gram Rp494.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.650.000, dengan harga per gram Rp493.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp49.350.000, dengan harga per gram Rp494.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp123.000.000, dengan harga per gram Rp492.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp245.800.000, dengan harga per gram Rp491.600.

Harga emas global terkoreksi dan diperdagangkan di bawah USD1.300 per ons menyusul perkiraan akan dinaikkannya suku bunga seiring menguatnya dolar Amerika (USD), sehingga meredam permintaan terhadap alternatif investasi.

Logam mulia untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.296,90 per ons pada pukul 09.09 di Singapura dari sebelumnya USD1.294,05. Logam jatuh ke USD1.292,26, kemarin dan merupakan level terendah sejak 19 Juni 2014.

Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen mengatakan kepada anggota parlemen bahwa suku bunga acuan mungkin naik lebih cepat dari yang diharapkan pasar. Bahkan, dia menambahkan, pemulihan belum merata dan bank sentral harus menekan dengan stimulus untuk mengatasi pasar tenaga kerja.

Data menunjukkan produksi pabrik meningkat, di mana penjualan di pengecer naik pada bulan Juni. ini menunjukkan manufaktur di New York naik ke level tertinggi sejak April 2010.

"Data ekonomi positif dari AS telah membantu USD, dan itu pada gilirannya membebani emas. Sementara ketegangan geopolitik masih terjadi dan mendukung emas," kata analis CITICS Futures Co Zhu Runyu seperti dilansir Bloomberg, Rabu (16/7/2014).

Emas di Comex di New York untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada harga USD1.297 per ons dari hari sebelumnya USD1.297,10.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
28 menit yang lalu
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
36 menit yang lalu
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
43 menit yang lalu
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
54 menit yang lalu
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
1 jam yang lalu
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved