UE dan Meksiko Perbarui Kesepakatan Pasar Bebas

Rabu, 13 Mei 2015 - 09:50 WIB
UE dan Meksiko Perbarui...
UE dan Meksiko Perbarui Kesepakatan Pasar Bebas
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) dan Meksiko sepakat memperbarui kesepakatan perdagangan bebas pada 2000 untuk menyesuaikan dengan negosiasi serupa dengan Kanada dan Amerika Serikat (AS).

Meksiko menjadi bagian Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara dengan Washington yang didorong pada 1994 untuk membuat model bagi negara lain. UE telah membuat kesepakatan dengan Kanda dan sedang dalam perundingan untuk kemitraan investasi dan perdagangan transatlantik (TTIP) dengan AS yang akan menjadi kesepakatan perdagangan bebas tunggal terbesar di dunia.

Komisioner Perdagangan UE Cecilia Malmstroem menjelaskan, pakta 2000 dengan Meksiko telah mendorong perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi dua pihak. Meski demikian, dunia terus berubah. ”Kesepakatan kami telah mencabut sebagian besar penghalang tarif dan sekarang bisnis kami menghadapi jenis lain penghalang yang perlu kita atasi,” tutur Malmstroem setelah berunding dengan Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo di Brussels, dikutip kantor berita AFP.

”Kesepakatan kita perlu mengadaptasi realitas baru. Kita perlu memodernisasi kesepakatan perdagangan UE-Meksiko dibandingkan kesepakatan kami dengan Kanada dan pada TTIP yang akan datang.” ”UE dan Meksiko ingin mengonsolidasikan semua keterbukaan baru ini di Amerika Utara. Semakin kita memodernisasi kesepakatan ini ke standar yang tinggi semakin mudah itu semua,” papar Malmstroem.

Guajardo menjelaskan, penting bagi Meksiko mempertahankan kerja sama dengan UE saat blok 28 negara itu menjalin kesepakatan dengan Kanada dan AS. Data terbaru menunjukkan UE mengekspor barang senilai USD43 miliar ke Meksiko pada 2013 dan mengimpor barang senilai USD20 miliar.

Pertumbuhan ekonomi zona euro akan sedikit menguat tahun ini dibandingkan proyeksi sebelumnya, menurut perkiraan terbaru Komisi Eropa. Komisi Eropa memprediksi pertumbuhan 1,5% tahun ini atau naik 0,2% poin dari proyeksi pada Februari. Itu didorong murahnya harga minyak, melemahnya euro dan kebijakan stimulus.

Peningkatan ini terjadi meski outlook untuk Yunani lebih suram dengan proyeksi pertumbuhan dipangkas menjadi 0,5% dari 2,5%. ”Pertumbuhan yang lebih cepat akan mengakibatkan peningkatan inflasi dan penurunan jumlah pengangguran,” kata laporan Komisi Eropa, dikutip BBC . Untuk 2016, Komisi Eropa mempertahankan proyeksi 1,9% untuk zona euro.

”Ekonomi Eropa menikmati musim semi yang lebih cerah dalam beberapa tahun terakhir, dengan dukungan faktor eksternal dan langkah kebijakan yang mulai membuahkan hasil,” papar Pierre Moscovici, komisioner untuk masalah ekonomi, keuangan, perpajakan, dan bea cukai.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
9 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
24 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
58 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved