IHSG Diramal Reli, Cermati Tujuh Saham Ini
Jum'at, 15 Mei 2015 - 07:53 WIB
IHSG Diramal Reli, Cermati Tujuh Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan dapat melanjutkan penguatannya dan tidak terprofitisasi. Namun, tidak dipungkiri kenaikan cukup tinggi akan menimbulkan hasrat untuk profit taking sehingga dapat membalikkan IHSG melemah.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG akan membentuk pola hanging man sentuh area middle bollinger band (MBB). MACD kembali coba naik membantuk golden cross dengan histogram negatif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba melanjutkan kenaikannya.
"Apalagi masih ada utang gap atas di level 5.403-5.424. Jikapun terjadi profit taking maka kami harapkan dapat terbatas agar tren kenaikan yang sedang dibuat IHSG tidak terganggu," ujarnya di Jakarta, Jumat (15/5/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.189-5.215 dan resisten 5.252-5.267. Laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten (5.215-5.225) dan mampu bertahan di atas area target support (5.168-5.188).
"Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah (jika ada). IHSG pun bisa saja terlihat galau antara memilih untuk menguat terimbas hijaunya bursa saham AS dan Eropa atau menanggapi negatif kenaikan BBM jenis pertamax dan sejenisnya," jelas Reza.
Reza menjelaskan, jelang hari libur, IHSG akan mampu berada di zona hijau melanjutkan penguatan sehari sebelumnya. Pelaku pasar tampak antusias kembali melanjutkan aksi belinya sehingga membawa IHSG mengalami kenaikan cukup signifikan.
Penguatan IHSG sejalan dengan menghijaunya sejumlah laju bursa saham Asia (kecuali China). Adanya keinginan dan harapan akan penurunan suku bunga (BI rate) serta masih adanya ekspektasi akan datangnya badai el nino.
Hal tersebut telah menggerakkan saham-saham berbasiskan properti, aneka industri, dan perkebunan. Bahkan masih berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dunia turut mendorong penguatan sejumlah harga komoditas dan berimbas pada penguatan saham-saham pertambangan.
Selain itu, meski juga di selingi aksi profit taking dan masih berlanjutnya aksi jual asing. Sedangkan, sentimen-sentimen tersebut mampu mengimbanginya dan mempertahankan IHSG di teritori positifnya sekaligus mampu melampaui kekhawatiran kami.
Sebelumnya, pergerakan IHSG cenderung variatif mengikuti volume transaksi dari pelaku pasar. Variatifnya laju volume transaksi membuat tren kenaikan IHSG terganggu sehingga wajar jika tidak dapat inline dengan bursa saham Asia lainnya.
"Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah (jika ada). Investor asing catatkan nett sell (dari net sell Rp397,49 miliar menjadi net sell RpRp384,73 miliar)," pungkasnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini yaitu:
PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp7.325-Rp7.675. Membentuk pola spinning lewati MBB. Stochastic bergerak naik diiringi kenaikan volatility. Tren kenaikan sedang coba bertahan. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp7.475.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.170-Rp2.350. Membentuk pola shooting star lewati upper bollinger band (UBB). Mass index bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Target resisten di Rp2.250 terlampaui, namun, berbalik turun. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp2.200.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp11.100-Rp11.375. Membentuk pola tweezers bottom di bawah MBB. RoC turun dibarengi tertahannya kenaikan william’s %R. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp11.200.
PT Intiland Development Tbk (DILD) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp620-Rp685. Membentuk pola inverted hammer sempat lampaui MBB. Volume beli naik diikuti kenaikan RSI. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp635.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp9.900-Rp10.425. Membentuk pola spinning lewati MBB. MACD berlanjut naik setelah golden cross. RSI bergerak naik. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp10.500.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.295-Rp3.455. Membentuk pola white marubozu dekati UBB. Parabollic SAR bergerak naik diiringi peningkatan RSI. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.390.
PT Soechi Lines Tbk (SOCI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp560-Rp625. Membentuk pola inverted hammer bertahan di atas MBB. William’s %R bergerak naik diiringi peningkatan volatility. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp570.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG akan membentuk pola hanging man sentuh area middle bollinger band (MBB). MACD kembali coba naik membantuk golden cross dengan histogram negatif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba melanjutkan kenaikannya.
"Apalagi masih ada utang gap atas di level 5.403-5.424. Jikapun terjadi profit taking maka kami harapkan dapat terbatas agar tren kenaikan yang sedang dibuat IHSG tidak terganggu," ujarnya di Jakarta, Jumat (15/5/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.189-5.215 dan resisten 5.252-5.267. Laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten (5.215-5.225) dan mampu bertahan di atas area target support (5.168-5.188).
"Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah (jika ada). IHSG pun bisa saja terlihat galau antara memilih untuk menguat terimbas hijaunya bursa saham AS dan Eropa atau menanggapi negatif kenaikan BBM jenis pertamax dan sejenisnya," jelas Reza.
Reza menjelaskan, jelang hari libur, IHSG akan mampu berada di zona hijau melanjutkan penguatan sehari sebelumnya. Pelaku pasar tampak antusias kembali melanjutkan aksi belinya sehingga membawa IHSG mengalami kenaikan cukup signifikan.
Penguatan IHSG sejalan dengan menghijaunya sejumlah laju bursa saham Asia (kecuali China). Adanya keinginan dan harapan akan penurunan suku bunga (BI rate) serta masih adanya ekspektasi akan datangnya badai el nino.
Hal tersebut telah menggerakkan saham-saham berbasiskan properti, aneka industri, dan perkebunan. Bahkan masih berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dunia turut mendorong penguatan sejumlah harga komoditas dan berimbas pada penguatan saham-saham pertambangan.
Selain itu, meski juga di selingi aksi profit taking dan masih berlanjutnya aksi jual asing. Sedangkan, sentimen-sentimen tersebut mampu mengimbanginya dan mempertahankan IHSG di teritori positifnya sekaligus mampu melampaui kekhawatiran kami.
Sebelumnya, pergerakan IHSG cenderung variatif mengikuti volume transaksi dari pelaku pasar. Variatifnya laju volume transaksi membuat tren kenaikan IHSG terganggu sehingga wajar jika tidak dapat inline dengan bursa saham Asia lainnya.
"Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah (jika ada). Investor asing catatkan nett sell (dari net sell Rp397,49 miliar menjadi net sell RpRp384,73 miliar)," pungkasnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini yaitu:
PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp7.325-Rp7.675. Membentuk pola spinning lewati MBB. Stochastic bergerak naik diiringi kenaikan volatility. Tren kenaikan sedang coba bertahan. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp7.475.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.170-Rp2.350. Membentuk pola shooting star lewati upper bollinger band (UBB). Mass index bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Target resisten di Rp2.250 terlampaui, namun, berbalik turun. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp2.200.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp11.100-Rp11.375. Membentuk pola tweezers bottom di bawah MBB. RoC turun dibarengi tertahannya kenaikan william’s %R. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp11.200.
PT Intiland Development Tbk (DILD) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp620-Rp685. Membentuk pola inverted hammer sempat lampaui MBB. Volume beli naik diikuti kenaikan RSI. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp635.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp9.900-Rp10.425. Membentuk pola spinning lewati MBB. MACD berlanjut naik setelah golden cross. RSI bergerak naik. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp10.500.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.295-Rp3.455. Membentuk pola white marubozu dekati UBB. Parabollic SAR bergerak naik diiringi peningkatan RSI. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.390.
PT Soechi Lines Tbk (SOCI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp560-Rp625. Membentuk pola inverted hammer bertahan di atas MBB. William’s %R bergerak naik diiringi peningkatan volatility. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp570.
(izz)
Lihat Juga :